Pilkada Jakarta
Peluang Pramono-Rano Menang 1 Putaran Besar, Litbang Kompas Jelaskan Maksud 50 Persen + 1 Suara
Berdasarkan perhitungan sementara dari rekapitulasi kecamatan di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu, Pramono - Rano mendapat 50,07 persen suara
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PALMERAH — Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1 dan 3 tengah harap-harap cemas menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilkada 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta.
Pasalnya, perolehan suara keduanya di lima wilayah Jakarta dan 1 Kabupaten Kepulauan Seribu nampak jelas perbedaannya.
Pasangan nomor urut 03 Pramono - Rano, dengan cepat menggungguli pasangan nomor urut 01 Ridwan Kamil - Suswono yang sebelumnya menang telak di beberapa lembaga survey.
Dalam perjalanannya, Pramono - Rano rupanya lebih unggul di hampir seluruh wilayah Jakarta.
Bahkan, berdasarkan perhitungan sementara yang diambil dari rekapitulasi kecamatan di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu, Pramono - Rano mendapat 50,07 persen suara.
Baca juga: Olahraga Pagi di CFD, Pramono Anung Ungkap Warga Jakarta Ingin Pilkada Segera Selesai
Perolehan itu pun menjadi bahasan panjang, sebab ada pihak - pihak yang meyakini bahwa Pilkada Jakarta akan berlangsung 2 putaran, sebab jumlah suaranya tidak mencapai 51 persen.
Terkait hal tersebut, Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu memberikan penjelasannya dalam wawancara ekslusif bersama Warta Kota, di Studio Tribun Network, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (7/12/2024).
Menurut Yohan, peluang Pilkada Jakarta 2024 1 putaran semakin besar, sebab angka 50,07 persen itu sudah termasuk 50 persen + 1 suara, sebagaimana regulasi yang dikeluarkan KPU.
"Jadi orang selama ini membayangkan 50 plus 1, seakan akan 51 persen. Ini 50 persen plus 1 suara," kata Yohan.
"Jadi 50,07 persen itu sudah lebih dari 1 suara. (Lebih) 2.900 (suara)," imbuhnya.
Baca juga: Jika Pramono-Rano Menang Satu Putaran di Pilkada Jakarta, RIDO Bakal Gugat ke MK
Sehingga, lanjut Yohan, apabila hingga akhir tak ada perubahan angka perolehan suara yang direkapitulasi oleh KPUD Jakarta, maka secara normatif angka tersebut sudah memenuhi syarat 50 persen + 1 suara.
"Artinya peluang 1 putaran lebih besar," pungkas Yohan.
Sebelumnya diberitakan, jelang rekapitulasi hasil suara Pilkada Jakarta 2024 tingkat provinsi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Wahyu Dinata berharap tak banyak perubahan suara.
Diketahui, KPU DKI Jakarta bakal menggelar rapat pleno rekapitulasi tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Desember 2024 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta.
Pihaknya, kata dia, akan terbuka menerima masukan dari para LO tim palson saat rekapitulasi tingkat provinsi nanti.
"Mudah-mudahan sih tidak berubah jauh ya, karena memang kami harus memastikan rekapitulasi ini berjenjang dan kami pastikan kalau memang ada keluhan-keluhan atau yang perlu disampaikan keberatan-keberatan kami juga nanti akan memfasilitasi di level Provinsi," jelas Wahyu, Jumat (6/12/2024).
"Tingkat provinsi nanti kami akan mengundang LO Pasangan calon, saksi pasangan calon yang bermandat ya yang untuk memastikan bahwa mereka memang orang yang sah untuk dimandatkan untuk mengikuti proses rekapitulasi," jelas dia.
Baca juga: Tim Pemenangan RIDO Tetap Optimis Pilkada Jakarta Berlangsung 2 Putaran, Minta Relawan Kawal Ketat
Adapun masyarakat bisa melihat hasil rekapitulasi tingkat kabupaten/kota setiap pasangan calon melalui laman https://pilkada2024.kpu.go.id/pilgub/dki-jakarta.
Wahyu Dinata menargetkan hasil pemungutan suara Pilkada 2024 akan selesai pada 9 Desember 2024.
"Kalau memang nanti prosesnya dinamikanya di forum itu bisa cepat ya mungkin bisa juga hasilnya lebih cepat," ucap Wahyu.
Untuk diketahui, dari seluruh hasil rekapitulasi yang dilakukan di tingkat kota dan kabupaten, pasangan nomor urut 3 Pramono-Rano menyapu bersih kemenangan.
Hasil pleno yang dilakukan oleh KPU Jakarta Pusat di Hotel Merlyn Jakarta, memperlihatkan pasangan Pramono-Rano unggul dengan 220.372 suara.
Sementara pasangan RK-Suswono mendapat 152.235 suara dan pasangan Dharma-Kun 44.865 suara.
Keunggulan pasangan dengan tagline "Jakarta Menyala" itu juga diperlihatkan di Hotel Grandhika Kebayoran yang dilaksanakan oleh KPU Jakarta Selatan dengan angka 491.017 suara.
Baca juga: Hasil Qiuck Count Litbang Kompas Pilkada Jakarta, Sementara Pramono-Rano Unggul 49.42 Persen
Sedangkan RIDO di posisi kedua dengan 375.391 suara dan Dharma-Kun dengan 90.294 suara.
Sementara dari KPU Jakarta Timur yang merekap hasil di Best Western juga dimenangkan oleh Pramono-Rano dengan 635.170 suara dari 1.425.835 pemilih.
Sementara pasangan RIDO memperoleh suara 535.613 dan pasangan Dharma-Kun 136.935 suara.
Suara 50 persen lebih juga terlihat dari KPU Kepulauan Seribu yang mencatatkan 7.456 suara untuk pasangan nomor 3 dari 15.161 pemilih. Pasangan yang diusung oleh KIM Plus memperoleh suara 6.578 suara, sedang pasangan independen memperoleh 653 suara.
Angka perolehan ratusan ribu untuk Pramono-Rano juga ditunjukkan dari hasil pleno KPU Jakarta Barat dengan mendapat 500.738 suara, pasangan RIDO mendapat 386.880 suara dan pasangan Dharma-Kun memeroleh 109.457 suara.
Di utara, Pram-Doel mencatatkan selisih besar dengan pasangan lainnya, dengan 328.486 suara, sedangkan pasangan nomor 1 memperoleh 261.463 suara dan nomor urut 2, 77.026 suara.
Angka-angka tersebut, jika ditotal secara keseluruhan mencapai 2.183.239 suara untuk pasangan Pramono-Rano. (m40)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Peneliti-Litbang-Kompas-Yohan-Wahyu.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.