Senin, 20 April 2026

Pemilu 2024

Psikolog Forensik Nilai Paparan Gibran Hafalan, Cak Imin Bisa Sederhanakan Persoalan Ribet

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyoroti penampilan dua cawapres dalam debat ini yaitu Muhaimin Iskandar dan Gibran Rakabuming.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Istimewa
Memukau di Debat Cawapres, Gibran Buktikan Anak Muda Mampu dan Layak Bila Dikasih Kesempatan 

"Intonasinya yang cenderung datar pun membuat kelancarannya dalam berkata-kata terdengar membosankan," bebernya.

Pada sisi lain, lanjutnya, kosakata dan redaksional Muhaimin lebih bisa diikuti.

Baca juga: Tak Diduga Prabowo Lakukan Ini Terhadap Bahlil Lahadalia saat Debat Cawapres, Bangga dengan Gibran

"Gelembung-gelembung imajinasi di kepala saya bermunculan jauh lebih banyak di kepala saya ketika menyimak Muhaimin. Sayangnya, mungkin karena bukan ekonom, dia kurang agresif," ungkap Reza.

Dari situ, Reza memberi kesimpulan yang agak berbeda dengan ramalan sebelumnya.

"Sekarang saya nilai Gibran sangat lancar dalam mengemukakan isi hapalannya. Tapi dia tidak cukup berhasil berkomunikasi dengan awam seperti saya. Padahal, saya adalah rakyatnya," imbuhnya.

Sebaliknya dalam perkataan Muhaimin, Reza merasakan sensasi bahwa dia sedang berbincang-bincang dengan rakyat yang awam tentang perekonomian.

"Pada titik itu saya teringat ungkapan tentang kemampuan menyederhanakan hal rumit (ability to simplify).
Making the simple complicated is commonplace; making the complicated simple, awesomely simple, that's creativity," jelasnya.

"Jadi, coba putar ulang debat cawapres. Pejamkan mata, biarkan telinga terbuka. Macan mana yang mengajak engkau berkelana, dan macan mana yang membuat engkau tersesat di dalam rimba," tandas Reza.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved