Senin, 27 April 2026

Pemilu 2024

Psikolog Forensik Nilai Paparan Gibran Hafalan, Cak Imin Bisa Sederhanakan Persoalan Ribet

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyoroti penampilan dua cawapres dalam debat ini yaitu Muhaimin Iskandar dan Gibran Rakabuming.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Istimewa
Memukau di Debat Cawapres, Gibran Buktikan Anak Muda Mampu dan Layak Bila Dikasih Kesempatan 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Debat perdana calon wakil presiden (Cawapres) yang akan bertarung dalam Pemilu 2024 telah digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat (22/12/2023).

Cawapres Abdul Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka dan Muhammad Mahfud MD telah memaparkan visi-misi mereka tentang Ekonomi (ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital), Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyoroti penampilan dua cawapres dalam debat ini yaitu Muhaimin Iskandar dan Gibran Rakabuming.

Dia menilai penampilan Gibran dalam debat ini diluar ekspektasinya.

Baca juga: Memukau di Debat Cawapres, Gibran Buktikan Anak Muda Mampu dan Layak Bila Dikasih Kesempatan

"Sebelumnya pernyataan saya di Metro TV viral. Sehari sebelum debat cawapres berlangsung, saya meramal Gibran sangat positif. Saya katakan bakal menjadi macan panggung," kata Reza saat dihubungi Minggu (24/12/2023).

Ada beberapa alasan yang membuat Reza memberikan ekspektasi yang begitu tinggi kepada Gibran.

Pertama, Gibran belajar marketing sehingga di otaknya sudah ada alur-alur berpikir ala ekonom.

Kedua, Gibran orang muda yang dalam waktu amat-sangat cepat sudah bisa membangun raksasa bisnis dengan suntikan investasi luar biasa besar. Beberapa di antaranya secepat itu pula bangkrut.

Baca juga: Diluar Dugaan, Pengamat Politik Akui Kecerdasan Gibran Rakabuming Raka di Debat Cawapres

"Bagaimana investasi itu Gibran dapatkan dan kenapa dia bangkrut, itu bukan atensi saya," ujarnya.

Ketiga, di belakang Gibran ada dua orang kuat yaitu Prabowo dan Jokowi. Dua orang ini memungkinkan Gibran mendapat akses data sangat luas, yang tidak tertandingi oleh siapa pun.

"Saya meramal Gibran akan membuat pernyataan-pernyataan yang terkesan sangat data driven," papar Reza.

Namun selama debat berlangsung, Reza merasa ada sesuatu yang "lewat".

"Saya memutar ulang tayangan debat cawapres, namun kali ini saya simak dengan mata tertutup. Saya hanya fokus pada perkataan para cawapres.Di situlah saya temukan hal lewat tadi," ucapnya.

Sebagai orang yang tidak belajar ekonomi, Reza mengaku tidak bisa memahami substansi banyak bagian yang dikatakan Gibran dalam debat.

"Intonasinya yang cenderung datar pun membuat kelancarannya dalam berkata-kata terdengar membosankan," bebernya.

Pada sisi lain, lanjutnya, kosakata dan redaksional Muhaimin lebih bisa diikuti.

Baca juga: Tak Diduga Prabowo Lakukan Ini Terhadap Bahlil Lahadalia saat Debat Cawapres, Bangga dengan Gibran

"Gelembung-gelembung imajinasi di kepala saya bermunculan jauh lebih banyak di kepala saya ketika menyimak Muhaimin. Sayangnya, mungkin karena bukan ekonom, dia kurang agresif," ungkap Reza.

Dari situ, Reza memberi kesimpulan yang agak berbeda dengan ramalan sebelumnya.

"Sekarang saya nilai Gibran sangat lancar dalam mengemukakan isi hapalannya. Tapi dia tidak cukup berhasil berkomunikasi dengan awam seperti saya. Padahal, saya adalah rakyatnya," imbuhnya.

Sebaliknya dalam perkataan Muhaimin, Reza merasakan sensasi bahwa dia sedang berbincang-bincang dengan rakyat yang awam tentang perekonomian.

"Pada titik itu saya teringat ungkapan tentang kemampuan menyederhanakan hal rumit (ability to simplify).
Making the simple complicated is commonplace; making the complicated simple, awesomely simple, that's creativity," jelasnya.

"Jadi, coba putar ulang debat cawapres. Pejamkan mata, biarkan telinga terbuka. Macan mana yang mengajak engkau berkelana, dan macan mana yang membuat engkau tersesat di dalam rimba," tandas Reza.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved