Pembunuhan Mahasiswa UI

Universitas Indonesia Siap Bantu Kepolisian dalam Membuat Terang Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI

Adrianus juga mengungkapkan, bahwa UI siap membantu apabila Kepolisian membutuhkan bantuan dalam membuat terang kasus ini.

Editor: murtopo
Facebook Tribun Jakarta
Kriminolog sekaligus dosen di Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala saat menyambangi Mapolres Depok pada Senin (7/8/2023). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Universitas Indonesia (UI) siap membantu apabila Kepolisian membutuhkan bantuan dalam membuat terang kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka Altafasalya Ardnika Basya (23) Mahasiswa UI terhadap junior kampusnya Muhammad Naufal Zidan (19) pada Selasa (2/8/2023) lalu.

Hal itu diungkapkan oleh Kriminolog sekaligus dosen di Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala saat menyambangi Mapolres Depok pada Senin (7/8/2023).

Adrianus juga mengungkapkan, bahwa UI siap membantu apabila Kepolisian membutuhkan bantuan dalam membuat terang kasus ini.

Di UI kata Adrianus ada 3000 dosen yang siap membantu Polisi untuk mengusut kasus ini dari segi pelaku atau korban.

Baca juga: Utang Bikin Mahasiswa UI Gelap Mata, Mengaku Tak Temukan Jalan Terang Hingga Akhirnya Membunuh

Misalnya saja apakah membutuhkan ahli psikologi, forensik, dan sebagainya.

“Kami sebagai ahli bisa membantu, kami di UI ada 3000 dosen jadi kalau diperlukan kami siap bantu,” ujarnya.

Adrianus Meliala juga mengatakan bahwa pihaknya ke Mapolres Depok untuk mengucapkan terima kasih karena telah mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh senior Fakultas Ilmu Budaya UI terhadap juniornya.

Kata Adrianus Meliala, UI memiliki beberapa layanan yang bisa dipakai Polisi untuk bekerja cepat seperti visum sehingga tidak perlu ke Rumah Sakit Kramat Jati Polri.

Baca juga: Sebelum Membunuh Juniornya, Mahasiswa UI Ditagih Uang Kontarakan, Ngaku Mau Jual Barang Dulu

Diketahui sebelumnya Polisi telah meringkus mahasiswa UI inisial AAB (23) usai membunuh juniornya sendiri.

Motif pembunuhan karena pelaku mengalami kerugian dalam investasi kripto.

"Dia bermain investasi online kripto dan mengalami banyak kerugian. Pengakuannya rugi Rp 80 juta. Lalu dia terjerat banyak utang, termasuk pinjol," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved