Dua TKW Berharap Pertolongan Presiden Jokowi Untuk Dipulangkan Akibat Alami Kekerasan di Arab Saudi
Uyun bersama keluarganya berharap agar Ratna Komala Sari dapat menghubungi keluarga dan anak-anaknya lantaran telah hilang kontak sejak empat bulan
"Maka harus ada ganti rugi, ini sedang kita urus, kita tidak sendiri. Ada pihak-pihak terkait yang membantu. Kalau komunikasi keluarga dengan Aas sampai saat ini masih ada," katanya.
Kemudian TKW lain yakni Ratna Komala Sari, melalui Uyun yang merupakan Bibi Ipar Ratna mengatakan, keputusan Ratna untuk berangkat menjadi Pekerja Migran di Arab Saudi itu lantaran terlilit hutang usai suaminya meninggal.
“Awalnya dia cerita pengen kerja di Indonesia tapi gimana nyari kerjanya kan susah. Teteh juga kelilit utang banyak, kelilit bank keliling,” kata Uyun pada Senin (7/8/2023).
Sebelum berangkat, Ratna meminta izin kepada keluarganya agar merawat tiga anaknya dan akan dikirimkan uang setiap bulannya.
Baca juga: Serapan Anggaran Jauh dari Target, Imam Budi Hartono Minta OPD Realisasikan Program Kerja
Selama bekerja empat bulan, Ratna selalu mengirimkan uang kepada Bibi Iparnya untuk keperluan anak-anaknya.
Namun pada bulan kelima bekerja hingga kini, Ratna tidak mengirimkan uang dan tidak memberikan kabar hingga pada akhirnya pihak keluar Ratna mendapatkan kiriman video pengakuan Ratna dari kerabatnya melalui aplikasi pesan singkat.
“Minggu yang lalu dikabarin dari temannya dikasih tahu video itu. Jangan bilang anaknya (Ratna) dulu ya katanya. Iya saya nurut tolong gitu," katanya.
Baca juga: Tawuran Remaja di Cinere Depok, Seorang Warga Jagakarsa Meninggal Dunia
"Waktu berangkat izin keluarga minta tolong rawat anak saya nanti perbulannya di transfer, pas berangkat bilang udah diterima sama majikan. Mau dijemput, sekitar empat bulan ngirimin uang terus ke lima bulannya udah enggak, sampe sekarang,” pungkasnya.
Lanjut Uyun, saat masih dapat berkomunikasi, Ratna sempat mengatakan bahwa dirinya diterlantarkan.
Setiap anak majikannya sekolah, dia selalu disekap didalam rumah tanpa makanan hingga ponsel milik Ratna disadap agar tidak dapat menghubungi keluarganya di Indonesia.
Baca juga: Geledah Ponpes Al Zaytun, Bareskrim Polri Sita 31 Barang Bukti Kasus Penistaan Agama Panji Gumilang
“Dia ngomong, Neng nitip anak teteh ya, gitu, saya juga lagi kerja diterlantarin. Abis itu enggak ada kontak lagi. Pernah bilang lagi sakit enggak ditolongin, sampai batuk darah," katanya.
Ia menerangkan, sebelum berangkat ke Arab Saudi, Ratna sempat bercerita kepada Uyun bahwa mendapatkan sponsor itu melalui jejaring sosial facebook yang bertempat di wilayah Karawang.
Usai mendapatkan sponsor dirinya melengkapi berbagai persyaratan seperti medical check up, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Baca juga: Kheruddin Terpilih Jadi Ketua Muhammadiyah Sawangan Depok dalam Muscab di Tajurhalang
Sebelum keberangkatan, Uyun juga sempat dijanjikan diberikan uang Rp3 juta dari sponsor yang memberangkatkan Ratna.
Uang itu ditujukan sebagai awal tunjangan anak-anak Ratna ditinggal bekerja di Arab Saudi. Namun hingga kini Uyun hanya menerima kiriman uang Rp 2 juta.
Tawuran Remaja di Cinere Depok, Seorang Warga Jagakarsa Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Geledah Ponpes Al Zaytun, Bareskrim Polri Sita 31 Barang Bukti Kasus Penistaan Agama Panji Gumilang |
![]() |
---|
Serapan Anggaran Jauh dari Target, Imam Budi Hartono Minta OPD Realisasikan Program Kerja |
![]() |
---|
Uji Coba Sistem Satu Arah Jalan Nusantara Depok Batal Diterapakan, Warga: Banyak Mudorotnya |
![]() |
---|
Universitas Indonesia Pastikan Altaf Mahasiswa UI Pelaku Pembunuhan Tak Dapat Mengikuti Perkuliahan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.