Selasa, 28 April 2026

Kesehatan

Berolahraga Tepat Hindari Risiko Cedera, Trauma Akut Sembuhkan di Sport Clinic RS Premier Bintaro

Trauma akut sembuhkan di Sport Clinic RS Premier Bintaro. Berolahraga yang tepat hindari risiko cedera.

Tayang:
Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Dodi Hasanuddin
Berolahraga Tepat Hindari Risiko Cedera, Trauma Akut Sembuhkan di Sport Clinic RS Premier Bintaro. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Berolahraga tepat hindari risiko cedera, trauma akut sembuhkan di Sport Clinic RS Premier Bintaro.

Melandainya kasus Covid-19 membuat pemerintah menetapkan PPKM level 2 dan level 3. Kondisi tersebut membuat masyarakat senang.

Baca juga: Saraf Terjepit Harus Ditangani dengan Benar, RS Premier Bintaro Atasi yang Parah dengan Teknologi

Banyak warga yang memanfaatkan situasi tersebut dengan berolahraga di tempat terbuka.

Bahkan antuasisme warga tinggi untuk berolahraga. Mereka pun berolahraga seadanya tanpa memerhatikan cara berolahraga yang tepat.

Melihat fenomena tersebut RS Premier Bintaro mengelar Talk to Expert yang membahas “A to Z about Sport Clinic”, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Inilah Manfaat Laser Fotona Bagi Kulit dan Vagina di Skin & Laser Clinic RS Premier Bintaro

Dalam acara tersebut menghadirkan dr. Sapto Adji Hardjosworo, Sp.OT Spesialis Bedah Orthopaedi Knee dan Sport Medicine di Sport Clinic bersama dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO sepesialis Kedokteran Olahraga.

Kedua praktek di Sport Clinic RS Premier Bintaro.

dr. Sapto Adji Hardjosworo, Sp.OT, mengatakan, di masa pandemi Covid-19 keinginan masyarakat untuk hidup sehat dan bugar begitu tinggi.

Baca juga: Tidak Dianjurkan Langsung Berolahraga Setelah Makan, Ini Alasannya

Sebab itu, masyarakat mengaplikasikannya lewat kegiatan berolahraga.

Adanya pembatasan aktivitas, olahraga menjadi pilihan masyarakat agar badan tetap bugar sekaligus menjadi aktivitas rekreatif.

Ada olahraga dilakukan dengan objektif atau sasaran tertentu, semisal untuk menghilangkan lemak tubuh, hingga membentuk tubuh lebih berotot.

dr. Sapto Adji Hardjosworo, Sp.OT Spesialis Bedah Orthopaedi Knee dan Sport Medicine
dr. Sapto Adji Hardjosworo, Sp.OT Spesialis Bedah Orthopaedi Knee dan Sport Medicine (TribunnewsDepok.com/Dodi Hasanuddin)

Namun tak jarang aktivitas olahraga mengakibatkan risiko cidera, bahkan jauh lebih fatal hingga berujung kematian.

“Banyak kasus penderita obesitas memilih olahraga lari atau jogging untuk mengurangi berat badannya. Namun tidak banyak yang memahami bahwa olahraga lari bagi penderita obesitas bisa membahayakan atau menimbulkan cidera pada sendi lutut mereka,” kata dr Sapto Adji.

Tidak hanya itu, lanjutnya, banyak juga yang tidak memahami olahraga yang terlalu intens bisa membahayakan jantung.

Baca juga: Minta Kemenpora Bangun Banyak Venue, Ade Yasin Hadirkan Wisata Olahraga di Kabupaten Bogor

Karena itu, sebaiknya masyarakat berkonsultasi kepada dokter atau spesialis, untuk mengetahui olahraga yang cocok dengan kondisi tubuh mereka, demi menghindari potensi ciledera.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved