Minggu, 12 April 2026

Kesehatan

Saraf Terjepit Harus Ditangani dengan Benar, RS Premier Bintaro Atasi yang Parah dengan Teknologi

RS Premier Bintaro atasi saraf terjepit berat dengan teknologi canggih. Tak berat harus ditangani dengan cara benar.

Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Saraf Terjepit Harus Ditangani dengan Benar, RS Premier Bintaro Atasi yang Parah dengan Teknologi. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Saraf terjepit harus ditangani dengan benar, RS Premier Bintaro atasi yang parah dengan teknologi.

Saraf terjepit sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi bila salah cara penanganannya.

Sebab, penanganan yang salah tidak hanya akan membuat rasa sakit berkepanjangan, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas seseorang.

“Karena itu, gangguan saraf tidak boleh diabaikan,” kata CEO RS Premier Bintaro Dr Martha ML Siahaan, MARS pada acara Talk to the Expert yang digelar secara virtual, Minggu (29/8/2021).

Baca juga: Dokter Tim Persija Donny Kurniawan Sebut Tidak Ada Kasus Pemain Macan Kemayoran Main ke Klub Malam

Spine Center RS Premier Bintaro yang berdiri sejak 14 tahun lalu, lanjut Dr Martha memiliki teknologi canggih untuk penanganan gangguan tulang belakang.

Unit layanan ini juga didukung oleh tenaga ahli yang mumpuni yang siap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat luas.

“Kami juga secara rutin menggelar edukasi terkait gangguan tulang belakang melalui media sosial dan kegiatan lainnya. Tujuannya agar masyarakat lebih paham apa gejala gangguan tulang belakang dan apa yang harus dilakukan ketika mengalami gangguan tulang belakang ini,” katanya.

Baca juga: Imam Budi Hartono Ajak Warga Depok Budidaya Lele, Untungnya Bisa Capai Rp 4,4 Juta Per Bulan

Pada tingkat keparahan tertentu, gangguan tulang belakang harus di atasi dengan tindakan operatif.

Saat ini tindakan pembedahan minimal invasif merupakan metode terkini yang dilakukan untuk mengatasi masalah pada tulang belakang.

Kegiatan Talk to the Expert kali ini, Spine Center RS Premier Bintaro kali ini menghadirkan tiga pembicara sekaligus yakni dr. Omar Luthfi, Sp.OT, dr. Ajiantoro, Sp.OT dan dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine).

Ketiga narasumber membahas tuntas mengenai beberapa jenis tindakan penangan terkini gangguan tulang belakang seperti teknik endoscopy, bedah minimal invasif, dan pain management.

Baca juga: Imbas Perbaikan Jembatan di Jalan Boulevard GDC, Arus Lalu Lintas Dialihkan ke Jalan Raya Kalimulya

Dalam paparannya, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine) menjelaskan, spectrum tulang belakang sangat bervariasi, tetapi yang paling banyak datang ke ortopedi adalah sakit pinggang yang disertai gejala nyeri.

Mulai dari paha, menjalar hingga tungkai. Ada juga beberapa pasien yang mengalami sakit tulang belakang di bagian leher dan nyeri dibagian lengan.

“Awalnya pasien sakit pinggang, kemudian ada kesemutan, rasa tertarik seperti ada benang yang menarik di dalam, dibagian bokong pasien. Pada pasien dengan gejala berat, ditemukan keluhan kelemahan fungsi organ lain seperti lutut dan pergelangan tangan, bahkan ada yang kehilangan rasa,” katanya.

Untuk mengobati sakit tulang belakang ini, dokter dapat melakukan terapi mulai dari pemberian obat-obatan, vitamin hingga melakukan tindakan operasi.

Baca juga: Harga Emas Antam Berada di Level Rp951 Ribu Per Gram

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved