Senin, 20 April 2026

Keracunan MBG

Siswa SDN 07 Pulogebang Diduga Keracunan MBG, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

Siswa SDN 07 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur muntah usai santap makan bergizi gratis (MBG), Rabu (25/9/2025).

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
MBG - Kepala SDN 07 Pulogebang, Catharina Yenny menjelaskan kronologi yang dialami oleh enam siswanya usai santap makan bergizi gratis (MBG), Kamis (25/9/2025). (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Siswa SDN 07 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, diduga keracunan makanan dari Program Makan Bergisi Gratis  (MBG) pada Rabu (24/9/2025).

Sebanyak enam orang siswa dikabarkan muntah usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang.

Terkait hal itu, Kepala SDN 07 Pulogebang, Catharina Yenny, memberikan penjelasan mengenai kronologi dugaan keracunan ini.

Baca juga: Siswa SDN 07 Pulogebang Muntah Saat Santap MBG, SPPG Lakukan Variasi Menu

Ia menjelaskan SDN 07 Pulogebang mendapatkan jatah MBG  dalam dua sesi pada Rabu (24/9/2025). Sesi pertama di pagi hari dan kedua pada siang hari.

"Sesi kedua ini datang sekitar jam 12.00 WIB, kemudian anak-anak kami makan di sekitar pukul 13.00 WIB," kata Catharina di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Saat jam santap makan, Catharina mendapat laporan dari guru adanya keluhan terkait makanan.

"Ada guru yang bilang, bu anak-anak bilang aromanya enggak enak, jadi aromanya kurang sedap lah," ujarnya

Catharina kemudian berinisiatif menghubungi pihak SPPG untuk komplain terkait keluhan para siswa tersebut.

Ia memberikan informasi aroma makanan tersebut sudah tidak enak, sehingga anak-anak merasa sayuran kolnya kurang sedap.

"Kami dapat antaran hari itu menu baru, soto ayam. Ada sayuran ayam, bihun, kol, daun bawang. Nah, kolnya memang sudah matang, sepertinya karena itu di dalam ompreng seperti ini ya, jadi kol itu kan panas terus mengeluarkan aroma, kan dia mengandung gas sehingga mengeluarkan aroma," jelasnya.

Di dalam ompreng itu juga ada buah pisang dan ia menilai mengeluarkan aroma atau bau yang bikin enam siswanya mual dan muntah.

Menurut Catharina, ketika para siswa itu membuka ompreng, aroma dari dalam sudah tercium negitu menyengat.

"Tapi kalau dicium nanti lama-lama, itu sebenarnya makanan itu tidak basi, gitu. Tapi dari pihak dapur langsung bilang, Ibu jangan diberikan kepada anak-anak dulu, gitu," tegasnya.

Ia menilai, pihak sekolah sempat memberikan informasi kepada guru-guru agar tidak memberikan MBG tersebut sampai diperiksa oleh SPPG.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved