Minggu, 3 Mei 2026

Keracunan MBG

Dinkes Kota Bekasi Terima Laporan Sekolah Ada Ulat di MBG, Diduga dari Sayuran

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menerima laporan dari sekolah terkait temuan ulat di Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Hironimus Rama
Tribun Bekasi
MBG BEKASI - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, drh. Satia Sriwijayanti saat ditemui di kawasan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (1/10/2025). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra). 

Laporan Rendy Rutama Putra

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KOTA BEKASI - Keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang menjadi sorotan publik saat ini. 

Hal ini seiring dengan maraknya kasus siswa yang mengalami keracunan setelah menyantap MBG di berbagai daerah di Indonesia.

Di Kota Bekasi,  Dinas Kesehatan (Dinkes) menerima laporan dari sekolah terkait temuan ulat di Makanan Bergizi Gratis (MBG).

"Kemarin kami juga terima laporan, ada sekolah yang temukan ulat di makanan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, drh. Satia Sriwijayanti, saat ditemui di kawasan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/10/2025).

Baca juga: Tunggu Hasil Pemeriksaan Sampel Dugaan Keracunan, MBG di SDN 01 Gedong Dihentikan Sementara

Dia mengatakan ulat itu ditemukan di menu sayuran yang dihidangkan di MBG.

"Infonya dari sayur mentah ulat itu keluar, tetapi bukan belatung," ujarnya.

Satia menduga ulat itu ditemukan karena kurangnya kebersihan dalam penyajian MBG.

"Dari itu loh, salada (ulatnya-red), mungkin ininya kurang bersih. Tetapi itu ulat salada bukan belatung, kalau belatung kan dari makanan basi," jelasnya.

Satia menuturkan ulat yang ditemukan di sebuah nampan itu kemudian diganti yang baru untuk selanjutnya dikonsumsi.

Baca juga: Cegah Terulangnya Keracunan MBG di Jawa Barat, Ini Langkah Dedi Mulyadi

Dinkes Kota Bekasi sudah mendatangi lokasi sekolah itu guna memeriksa lebih lanjut dan menjadikan sebagai bahan evaluasi.

"Jadi langsung kami tindaklanjuti dan kami survei ke sana. Mungkin memang dari sayur mentah ulat itu , tetapi bukan belatung. Jadi setiap kejadian kita anggap sebagai bahan evaluasi," tandasnya. (M37)

Sumber: Tribun bekasi
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved