Kamis, 9 April 2026

Keracunan MBG

Siswa SDN 07 Pulogebang Muntah Saat Santap MBG, SPPG Lakukan Variasi Menu

Siswa Sekolah Dasar (SD) 07 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur diduga keracunan Makan Bergizi Gratis, pada Rabu (24/9/2025) siang

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy
Program Unggulan Presiden Prabowo, Ace Hasan Tinjau Dapur Makan Bergizi Gratis di Tapos Depok  

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir


WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Siswa Sekolah Dasar (SD) 07 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur diduga keracunan Makan Bergizi Gratis, Rabu (24/9/2025) siang.

Namun informasi ini dibantah oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang, Ahmad Irfansyah.

Dia menjelaskan siswa yang diduga mengalami keracunan itu hanya mengalami mual dan muntah karena aroma makanan.

"Pada hari itu menu yang disediakan adalah soto, kol dan buah pisang di dalam ompreng,"  kata Ahmad di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Setelah mendengar kabar itu, Ahmad langsung mendatangi SDN 07 Pulogebang untuk memastikan makanan tersebut.

"Jadi mungkin karena baunya mereka kurang suka, karena kolnya juga ada gasnya. Jadi mereka kayak mual gitu, itu ada sekitar 7 orang tapi setelah mual, terus dikasih teh sama gurunya. Sudah mereka aktivitas seperti biasa," ujarnya.

Ahmad mengungkapkan pada hari itu pihaknya menyiapkan MBG untuk 4 sekolah.

"Kami secara bersamaan itu. SD 07, 06, terus SMP 138 sama SMP 11," imbuhnya.

Dia memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang akan memberikan menu makanan bervariasi untuk para siswa penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG).

"Variasi menu makanan untuk para siswa sangat penting dilakukan agar tidak merasa bosan. Jadi kita coba menu soto, kita pakai satu minggu sekali kita coba pakai menu nusantara. Terus ada menu western ya juga seperti chicken katsu," kata Ahmad.

Meski menu dalam ompreng berganti, tetapi pemenuhan gizi untuk para siswa dipastikan terpenuhi dan sesuai petunjuk teknis.

"Memang karena tadi kondisinya mungkin seperti itu terus ada misinformasi juga. Karena mungkin masyarakat mungkin lagi aware (soal keracunan) terhadap hal itu," tegasnya.

Menurutnya, ada misinformasi di media sosial terkait adanya dugaan keracunan MBG di SDN 07 Pulogebang. 

"Beredarnya pemberitaan di media banyak siswa keracunan beberapa Minggu terakhir membuat masyarakat beranggapan siswa SDN 07 Pulogebang keracunan," tutur Ahmad.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved