Selasa, 19 Mei 2026

Berita Nasional

Kisah Kontroversial Bupati Pati yang Bikin Masyarakat Terluka, Malah Tantang Didemo 50.000 Massa

Kisah Kontroversial Bupati Pati yang Bikin Masyarakat Terluka, Malah Tantang Didemo 50.000 Massa

Tayang: | Diperbarui:
Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsBanyumas.com/ Mazka Hauzan Naufal
MINTA MAAF - Bupati Pati Sudewo memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis (7/8/2025), untuk meminta maaf kepada publik atas polemik kenaikan PBB. Ia menyampaikan permintaan maafnya dengan cara mengklarifikasi dua hal sekaligus, yaitu ucapannya yang terkesan menantang demo dan insiden yang terjadi di posko donasi warga. 

Politisi partai Gerindra ini menegaskan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah harus melakukan koordinasi terkait kenaikan PBB.

"Lakukan permohonan dengan pihak ketiga, contoh, membuat kajian, kemudian dikirimkan ke Pemerintah Provinsi untuk dilakukan kajian ke pihak ketiga apakah kajian kenaikan PBB itu wajar atau tidak," lanjutnya.

Ia menilai Sudewo membuat kebijakan tanpa sosialiasi hingga membebani masyarakat.

"Kasihan masyarakat kita. Nah, yang paling pokok, bagaimana kita melakukan sosialisasi, khususnya bupati dengan para tokoh masyarakat, kemudian melakukan elemen lain."

"Kita gandeng bersama, tidak usah terjadi demo yang merugikan wilayah Pati khususnya dan Jateng pada umumnya," katanya.

Sadewo Minta Maaf

Bupati Pati, Sudewo, akhirnya secara terbuka meminta maaf atas tantangannya kepada masyarakat Pati yang menolak kebijkannya menaikkan PBB-P2 hingga 250 persen.

Permintaan maaf itu disampaikan Sadewo di Kantor Bupati Pati pada hari Kamis (7/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf sebanyak dua kali.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya yang mengatakan '5 ribu orang silakan, 50 ribu massa silakan."

Baca juga: SBY Bermimpi Sosok Presiden Ke-8 RI, Siapa Dia? Pria itu Beli Tiket Kereta Gajayana ke Jawa Tengah

Menurut Sadewo, tidak ada niatannya untuk menantang masyarakat Pati. Maksud dari pernyataannya itu adalah adalah agar demo yang direncanakan nanti berjalan dengan murni.

Bukan karena ditunggangi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu.

Permintaan maaf yang kedua dari Bupati Pati adalah soal insiden di posko donasi warga.

“Kami tidak bermaksud melakukan perampasan terhadap barang-barang (donasi) tersebut sama sekali," jelas Sudewo.

"Tindakan itu hanya bertujuan untuk memindahkan posko sementara waktu," tambahnya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com

 

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved