Senin, 8 Juni 2026

Berita Tangerang

Akses Menuju SMAN 6 Tangsel Masih Dirantai Warga, Siswa SMPN 17 Kena Dampaknya

SMP Negeri 17 diketahui berada tidak jauh dari SMA Negeri 6 dan menggunakan akses jalan yang sama, yang saat ini ditutup.

Tayang:
Editor: murtopo
TribunTangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
JALAN DITUTUP WARGA -- Akses masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Tangerang Selatan masih dirantai, namun pintu gerbang telah dibuka sedikit untuk satu orang bisa berjalan kaki masuk ke area sekolah di hari pertama masuk sekolah pada Senin (14/7/2025) pagi. 

"Biasanya bisa sampai SMA 6, sekarang cuma bisa di pinggir jalan. Jadi anak jalan sendiri ke sekolah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Akses masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Tangerang Selatan masih dirantai, namun pintu gerbang telah dibuka sedikit untuk satu orang bisa berjalan kaki masuk ke area sekolah.

Dari Pantauan TribunTangerang.com terlihat sejumlah orang tua murid mengantarkan anak-anak mereka hingga ke gerbang akses masuk sekolah. 

Beberapa diantaranya memarkirkan kendaraan sementara di area depan.

Karena kondisi gerbang utama yang masih dirantai dan hanya terbuka sedikit, orang tua dan murid harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 300 meter untuk mencapai bangunan sekolah.

Baca juga: Protes SPMB di SMAN 3 Tangsel Banten, Warga: Masa Harus Kang Dedi Mulyadi yang Harus Turun Tangan

Tiga orang guru berjaga di gerbang, menunggu para siswa masuk melalui area perumahan yang menjadi akses tembus ke sekolah.

Tampak orang tua murid menunggu anak-anak mereka di depan akses masuk sekolah. Sejumlah sepeda motor diparkir di depan gerbang karena tidak bisa memasuki area akses utama.

Suasana di Jalan raya Pamulang permai 1 macet akibat kerumunan orang tua murid yang memadati area sekitar sekolah.

Tampak anak-anak berseragam putih abu-abu hanya diantar hingga depan gang dan turun dari ojek online di depan akses masuk.

"Ayo masuk-masuk," ucap guru yang menjaga area gerbang menyambut anak anak.

Sebelumnya diberitakan, akses menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Tangerang Selatan di kawasan Pamulang, ditutup oleh warga RW 10, Kamis (3/7/2025). 

Baca juga: Anak-anak dari Lingkungan Sekitar Sekolah Tidak Diterima di SPMB, Warga Geruduk SMAN 3 Tangsel

Aksi penutupan karena memprotes permasalahan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili.

Padahal jarak tempat tinggal mereka berdekatan dengan dua sekolah itu dan masih dalam satu lingkungan yang sama. 

Pada proses penutupan akses tersebut, warga yang tergabung dalam RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 itu memasang tiga spanduk yang bertuliskan permohonan maaf mereka karena harus menutup akses tersebut. 

Setelah menutup akses jalan. Sekolah, mereka berencana akan bersurat ke Gubernur Banten, Andra Soni untuk mempertanyakan terkait sistem domisili pada SPMB 2025.

"Aksesnya akan kita tutup sampai kita mendapatkan jawaban dari pihak dinas terkait. Besok kita akan membuat surat yang ditujukan kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten," tutup Rangga perwakilan warga RW 10, Pamulang, Tangsel. (m30)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved