Berita Nasional
Musisi Mulai Terdampak Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar, Ini Kritik Hindia
Musisi mulai terdampak pelemahan rupiah terhadap dolar yang berlangsung berbulan-bulan.
TRIBUNDEPOK-Musisi mulai terdampak pelemahan rupiah terhadap dolar yang berlangsung berbulan-bulan.
Salah satu musisi yang mengaku mulai terdampak pelemahan rupiah ialah Daniel Baskara Putra atau dikenal nama panggung Hindia.
Di akun X miliknya pada Sabtu (6/6/2026), Baskara mengungkapkan bahwa dirinya yang memiliki pemasukan berkucukupan saja mulai terganggu dengan pelemahan rupiah.
"Gue cukup pede untuk bilang bahwa gue “mampu”. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi—yang, puji tuhan—berhasil dan uangnya lebih dari cukup," kata Baskara.
Namun akhir-akhir ini ekonominya mulai terdampak dengan pelemahan rupiah.
Baskara pun tidak bisa membayangkan bagaimana dengan kelompok masyarakat yang pendapatannya jauh di bawah musisi.
"Akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah,"
"Kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem," jelasnya.
Baskara pun kemudian menyinggung soal kepemimpinan.
Menurutnya benar kata pepatah, ikan busuk maka dari kepalanya.
Baca juga: Investor Asing Ramai-ramai Jual Saham Indonesia, IHSG Anjlok
"Bener kata tu orang. ikan busuk dari kepala. bawahnya mau diapain pun gak akan guna, karena yang busuk dia sendiri," pesannya.
Adapun yang mulai dirasakan musisi akibat pelemahan rupiah ini adalah kebutuhan alat musik yang mulai naik karena rata-rata dibeli mengikuti harga dolar.
Selain itu Baskara juga merasa kebutuhan sehari-harinya mulai terdampak karena pelemahan rupiah.
"Belanjaan kebutuhan alat musik jelas terdampak. Semuanya patokannya USD. Cuman poinnya bukan hanya di situ, ini kerasa kok pengeluaran buat makan (total bulanan) dan hal-hal esensial lainnya meningkat dibanding kemarin-kemarin," jelasnya.
Rupiah terus turun dibandingkan dengan mata uang dolar AS. Tercatat sejak Kamis, 4 Juni lalu, nilai dolar sudah di atas Rp18 ribu.
Nilai ini tergolong yang terendah sepanjang sejarah republik ini. Pernah anjlok di ujung masa Orba. Tapi hanya mentok di angka Rp17 ribu.
Pelemahan rupiah ini pun membuat sejumlah kenaikan harga pokok yang dibeli menggunakan mata uang AS ini seperti impor kedelai dan elektronik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/musisi-Hindia.jpg)