Kamis, 11 Juni 2026

Berita Tangerang

Pagar Masih Ditutup Warga, Siswa Harus Bergantian Lewat Celah Sempit untuk Menuju ke SMAN 6 Tangsel

Tiga orang guru berjaga di gerbang, menunggu para siswa masuk melalui area perumahan yang menjadi akses tembus ke sekolah.

Tayang:
Editor: murtopo
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
PINTU GERBANG SMAN 6 TANGSEL -- Pada hari pertama tahun ajaran baru, Senin (14/7/2025), gerbang SMAN 6 Kota Tangerang Selatan sempat ditutup oleh warga yang kecewa karena anaknya tidak diterima melalui jalur SPMB akhirnya dibuka sedikit. 

Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PAMULANG - Pada hari pertama tahun ajaran baru, Senin (14/7/2025), gerbang SMAN 6 Kota Tangerang Selatan sempat ditutup oleh warga yang kecewa karena anaknya tidak diterima melalui jalur SPMB akhirnya dibuka.

Dari Pantauan di lokasi, nampak gerbang tidak dibuka sepenuhnya, akses utama sekolah itu hanya terbuka selebar 30 sentimeter cukup untuk dilalui satu orang sehingga menyulitkan akses masuk para siswa.

Tiga orang guru berjaga di gerbang, menunggu para siswa masuk melalui area perumahan yang menjadi akses tembus ke sekolah.

Tampak orang tua murid menunggu anak-anak mereka di depan akses masuk sekolah. Sejumlah sepeda motor diparkir di depan gerbang karena tidak bisa memasuki area akses utama.

Suasana di Jalan raya Pamulang permai 1 macet akibat kerumunan orang tua murid yang memadati area sekitar sekolah.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru Tinggal Menghitung Hari, Akses Utama ke SMAN 6 Tangsel Masih Diblokir Warga

Tampak anak-anak berseragam putih abu-abu hanya diantar hingga depan gang dan turun dari ojek online di depan akses masuk.

"Ayo masuk-masuk," ucap guru yang menjaga area gerbang menyambut anak anak.

Sebelumnya diberitakan, akses menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Tangsel di kawasan Pamulang, ditutup oleh warga RW 10, Kamis (3/7/2025). 

Aksi penutupan karena memprotes permasalahan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili.

Padahal jarak tempat tinggal mereka berdekatan dengan dua sekolah itu dan masih dalam satu lingkungan yang sama. 

Pada proses penutupan akses tersebut, warga yang tergabung dalam RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 itu memasang tiga spanduk yang bertuliskan permohonan maaf mereka karena harus menutup akses tersebut. 

Baca juga: Anak-anak dari Lingkungan Sekitar Sekolah Tidak Diterima di SPMB, Warga Geruduk SMAN 3 Tangsel

Setelah menutup akses jalan. Sekolah, mereka berencana akan bersurat ke Gubernur Banten, Andra Soni untuk mempertanyakan terkait sistem domisili pada SPMB 2025.

"Aksesnya akan kita tutup sampai kita mendapatkan jawaban dari pihak dinas terkait. Besok kita akan membuat surat yang ditujukan kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten," tutup Rangga perwakilan warga RW 10, Pamulang, Tangsel. (m30)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved