Sabtu, 25 April 2026

Pelecehan Seksual

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Terjadi di DPRD DKI Jakarta, Pegawai Hononer Jadi Korban

Heboh Dugaan Pelecehan Seksual di DPRD DKI Jakarta, Karyawan Hononer Jadi Korban. Bagian sensitif korban diraba-raba terduga pelaku.

Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
PEGAWAI HONORER JADI KORBAN - Ilustrasi kekerasan seksual terhadap perempuan. Pegawai honorer DPRD DKI Jakarta diuga jadi korban kekerasan seksual oleh rekan kerjanya. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Fajar Alfajri

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kekerasan seksual terhadap perempuan kembali terjadi. Sebelum kekerasan seksual tersebut terjadi di dunia kedokteran, kali ini dilingkungan DPRD DKI Jakarta.

Korbannya adalah perempuan berinisial N (29) yang merupakan pegawai honorer DPRD DKI Jakarta.

Pegawai honerer tersebut mendapatkan kekerasaan seksual dari terduga pelaku berinisial NS yang merupakan rekan kerjanya.

Baca juga: Indonesia Darurat Kekerasan Seksual, Giwo Rubianto: Dokter PPDS dan Dokter Kandungan Dihukum Berat!

Kekerasan seksual itu terjadi di lingkungan kerja DPRD DKI Jakarta selama dua bulan, Februari - Maret 2025.

Korban mendapatkan kekerasaan seksual dengan cara pelaku meraba area sensitifnya dan berupaya mencumbu.

Tak hanya itu, korban juga mendapatkan pelecehan seksual di WhatsApp dengan mengirimkan kata-kata tak senonoh.

Pegawai honorer itu pun melaporkan tindakan kekerasan seksual itu ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP: STTLP/B/2499/IV/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA pada Rabu (16/4/2025) kemarin.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD DKI Jakarta Augustinus mengaku, sudah mengetahui adanya laporan polisi yang dibuat korban ke Polda Metro Jaya. 

Oleh sebab itu, pihaknya melakukan pemeriksaan secara internal.

"Terkait berita tersebut masih kami cek kebenarannya," ujar Augustinus saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (17/4/2025).

Augustinus mengatakan, Sekretariat DPRD juga masih memastikan apakah pelakunya dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) atau pejabat di lingkungan setempat atau tidak.

Baca juga: TKW Asal Bekasi Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Arab Saudi, Minta Dipulangkan ke Tanah Air

Namun, berdasarkan pengecekan secara internal tidak ada inisial NS di data kepegawaian DPRD DKI Jakarta.

"Kalau ada ASN atau pejabat yang terbukti melakukan pelecehan seks tersebut, akan kami tindak tegas berupa teguran keras sampai ke pemecatan," tegas Augustinus.

Hingga kini, lanjut dia, belum ada laporan resmi yang diterima Sekretariat DPRD DKI Jakarta terkait dugaan pelecehan seksual ini.

Bahkan Augustinus sendiri mengaku belum mengetahui sosok korban yang telah membuat laporan ke polisi.

"Jadi kami tidak tahu korbannya siapa dan pelakunya siapa. Inisial (pelaku) NS juga kami belum tahu, karena ASN maupun pejabat tidak ada inisial NS," pungkas Augustinus. (faf)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved