Harga BBM Naik
Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Depok Khawatir Pertalite Langka
Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Depok Khawatir Berdampak pada Kelangkaan Pertalite
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter atau naik sebesar Rp3.950 dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter membuat masyarakat resah.
Imbasnya, banyak konsumen Pertamax yang memilih beralih ke BBM subsidi jenis Pertalite hingga membuat antrean panjang di sejumlah SPBU.
Di SPBU Jalan Margonda Raya, Kota Depok misalnya, antrean jalur Pertalite mengular hingga ke jalan raya pada Rabu (10/6/2026) siang.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Antrean Pembeli Pertalite Mengular di SPBU Jalan Margonda Depok
Padahal, jalur untuk pembelian BBM Pertamax tampak lenggang bahkan kosong tidak ada pembeli.
Seorang warga, Hasbi (23) mengaku, kenaikan harga Pertamax sangat berdampak pada pengeluaran harian, terutama memotong anggaran untuk uang saku/bekal kuliah.
Kenaikan harga Pertamax juga dikhawatirkan berimbas pada kelangkaan Pertalite karena banyak orang berpindah pilihan.
Mahasiswi BSI Depok itu awalnya membeli BBM jenis Pertamax karena motornya memiliki tenaga 150 cc.
Dengan terpaksa, Hasbi berencana beralih menggunakan Pertalite untuk menghemat pengeluaran.
Berdasarkan pengalamannya, ia mengisi Pertalite hingga penuh hanya menghabiskan sekitar Rp40.000, sementara Pertamax kini mencapai Rp65.000.
“BBM digunakan untuk keperluan transportasi ke kampus,” kata Hasbi di lokasi.
Dalam seminggu, Hasbi biasanya mengisi bensin hingga penuh (full) agar lebih awet, dengan frekuensi perjalanan ke kampus sekitar 5 kali seminggu.
Hasbi berharap harga BBM bisa turun kembali karena kenaikan ini sangat memberatkan masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi atau harus bekerja penuh selama 7 hari seminggu.
Tak hanya Hasbi, dampak kenaikan harga Pertamax juga dikhawatirkan oleh pengemudi ojek online (ojol) bernama Abbas (40).
“Kalau Pertamax naik orang pada pindah ke Pertalite,” kata Abbas.
Abbas mengaku sangat bergantung pada keterjangkauan harga BBM karena pekerjaannya sebagai pengemudi ojol.
“Tolonglah pemerintah jangan bikin masyarakat makin susah, hidup sekarang makin susah,” pungkasnya. (m38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Harga-BBM-Pertamax-naik.jpg)