Senin, 13 April 2026

Pilkada Bogor

Ade Wardhana Daftar Cabup Bogor ke Partai Demokrat, Soroti Besarnya Biaya Pilkada

Pendaftaran dilakukan di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (6/5/2024).

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Politisi PKB Ade Wardhana Adinata (tengah) mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati (Cabup) Bogor pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 ke Partai Demokrat di Cibinong, Senin (6/5/2024). 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Politisi PKB Ade Wardhana Adinata mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati (Cabup) Bogor pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 ke Partai Demokrat.

Pendaftaran dilakukan di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (6/5/2024).

"Hari ini saya memengambil formulir pendaftaran di Partai Demokrat. Saya diberi kesempatan hingga hari Kamis (9/5/2024) untuk kembalikan formulir," kata Ade di Cibinong, Senin (6/5/2024) sore.

Sebelum ke Partai Demokrat, Ade sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Bogor 2024 ke sejumlah partai politik lainnya.

Baca juga: Demokrat Sepakat Koalisi dengan Gerindra di Pilkada Bogor 2024, Ini Kata Dede Chandra Sasmita

"Saya sudah mendaftar ke PKB sebagai partai yang menaungi. Saya barusan dari PPP dan sudah mendaftar ke PDIP. Selanjutnya dengan PKS, Gerindra dan Nasdem," ujarnya.

Ade menambahkan dirinya mencoba mengomunikasikan diri sebagai bakal calon bupati dan menyampaikan visi misi dalam membangun Kabupaten Bogor.

"Saya putra daerah Kabupaten Bogor. Daerah ini harus lebih baik ke depannya," paparnya.

Mantan CEO Minaqu Indonesia berharap bisa membangun kerja sama dengan Partai Demokrat untuk membangun Kabupaten Bogor sehingga bisa menjawab persoalan dan tantangan ke depannya.

Baca juga: Politik Depok Memanas Jelang Pilkada 2024, Spanduk Calon Wali Kota Dirobek oleh Orang Tak Dikenal

"Kabupaten Bogor dihadapkan dengan adanya aglomerasi dari Daerah Khusus Jakarta. Tentu saja Pemkab Bogor harus mempersiapkan diri bagaimana menyambut hal itu," beber Adhe.

Menurutnya, status aglomerasi itu sangat berpengaruh terhadap daerah-daerah sekitarnya seperti di Tokyo dan London.

"Dampak aglomerasi itu sangat signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi dan pembangunan. Kabupaten Bogor harus menyambut hal tersebut dengan adanya Perda dan perundang-undangan yang relevan," imbuhnya.

Dengan keprihatinan itu, Ade ingin membangun Kabupaten Bogor dan mempersiapkan sumber daya manusia untuk menyambut peluang-peluang yang lebih menantang kedepannya.

Baca juga: Pilkada Jawa Barat, Zulhas Sebut PAN Sudah Deklarasi Pasangkan Bima Arya dan Desy Ratnasari

Ade juga mengajak para kandiddat calon Bupati Bogor agar merasionalisasikan biaya pilkada.

"Mari berkontestasi dengan baik dan sportif sehingga dapat menciptakan pemimpin yang tidak memiliki beban masa laku karena Pilkada yang tingggi," turturnya.

Dia menyoroti tingginya biaya politik di Kabupaten Bogor sehingga tidak rasional kalau calon bupati mengeluarkan biaya yang sangat besar.

"Ayo, kita rasionalisasikan niat dengan adu gagasan dan visi misi yang bisa ditawarkan ke masyarakat," tandas Ade.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved