Senin, 13 April 2026

Pencabulan

Kasus Dugaan Pencabulan oleh Rektor Universitas Pancasila Bikin Mahasiswa Resah

Rektor Universitas Pancasila juga harus menyampaikan klarifikasi, baik terbuki atau tidak terbukti melakukan pelecehan seksual

Warta Kota/Nurmahadi
Perwakilan Senat Mahasisws Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Nata saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi, Senin (26/2/2024) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAGAKARSA- Ramainya pemberitaan terkait dugaan pelecehan seksual oleh Rektor Universitas Pancasila (UP) Edie Toet Hendratno nyatanya memunculkan respon di kalangan mahasiswa UP.

Sejumlah mahasiswa Universitas Pancasila mengaku resah dengan adanya isu dugaan pelecehan yang dilakukan Rektor berinisial ETH terhadap dua pegawainya yakni RZ dan DF.

Perwakilan Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Nata mengatakan, isu dugaan pelecehan itu, dinilai merugikan mahasiswa, karena dapat mengancam akreditasi universitas.

"Jadi kami mahasiswa tidak menerima dengan adanya isu kekerasan seksual yang dilakukan Rektor, karena kami rasa ini sangat merugikan kami sebagai mahasiswa, karena bisa mengancam akreditasi fakultas kami," kata dia saat ditemui di Universitas Pancasila, Senin (26/2/2024).

Baca juga: Perjalanan Imam Budi Hartono: Anak Sopir Taksi yang Kini Jadi Wakil Wali Kota Depok

Atas hal tersebut, Nata bersama Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasila lainnya, menyatakan sikap.

Pertama kata dia, Rektor yang diduga melakukan pelecehan seksual, harus diberhentikan dari jabatannya, untuk sementara waktu.

"Rektor Universitas Pancasila yang diduga melakukan pelecehan jabatannya diberhentikan untuk sementara waktu," ucapnya.

Kemudian lanjut Nata, Rektor Universitas Pancasila juga harus menyampaikan klarifikasi, baik terbuki atau tidak terbukti melakukan pelecehan seksual.

Respon pedas mahasiswa atas kasus pencabulan yang diduga dilakukan Rektor Universitas Pancasila Edie Toer Hendratno yang ditulis dalam beberapa spanduk yang dipajang di depan Gedung Rektorat Universitas Pancasila.
Respon pedas mahasiswa atas kasus pencabulan yang diduga dilakukan Rektor Universitas Pancasila Edie Toer Hendratno yang ditulis dalam beberapa spanduk yang dipajang di depan Gedung Rektorat Universitas Pancasila. (Warta Kota/Nurmahadi)

Selain itu, mahasiswa Fakultas Hukum juga meminta agar Universitas Pancasila dapat mengangkat Plt, sehubungan dengan Rektor yang saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

"Rektor harus melakukan klasifikasi atas dugaan tindak pelecehan seksual, baik terbukti maupun tidak terbukti," ujar dia.

"Kemudian mengangkat Plt Rektor, sehubungan dengan Rektor yang masih dalam tahap pemeriksaan di kepolisian," tambahnya.

Baca juga: Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Tas Plastik Mengapung di Situ Jatijajar Depok

Sementara itu, isu dugaan pelecehan, yang dilakukan Rektor Universitas Pancasila berinisial ETH terhadap dua pegawainya, yakni RZ dan DF, mendapatkan respon pedas dari sejumlah mahasiswa.

Respon pedas itu, ditulis dalam beberapa spanduk yang dipajang di depan Gedung Rektorat Universitas Pancasila.

Pantauan wartakotalive.com di lokasi, Senin (26/2/2024), setidaknya terdapat empat spanduk putih, yang dipajang.

Baca juga: Komnas Perempuan Dalami Kasus Dugaan Pencabulan Oleh Rektor Universitas Pancasila

Tiga spanduk tampak dipajang di atas trotoar Gedung Rektorat, satu di antaranya terlihat diikatkan ke pohon.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved