Sabtu, 25 April 2026

Berita Video

VIDEO : Warga Misterius Tak Setuju Nama Jalan Diubah Anies

Sebelumnya, beberapa warga di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat jati, Jakarta Timur melakukan aksi pemasangan spanduk berisikan penolakan pergant

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Alex Suban

Di akhir pernyataannya, ia berharap pemerintah setempat bisa mendengar aspirasi kemauan masyarakat yang terdampak pergantian nama jalan.

Contoh hal nyatanya seperti yang dilakukan dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dengan konsep jemput bola.

"Ya saya sih udah maunya pemerintah bisa lebih mengerti masyarakat, seperti dukcapil waktu itu pelayanannya yakni jemput bola," tutupnya.

Sebelumnya, beberapa warga di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat jati, Jakarta Timur melakukan aksi pemasangan spanduk berisikan penolakan pergantian nama jalan di wilayahnya, dari awalnya Jalan Budaya, dan saat ini menjadi Jalan Entong Gendut.

Mereka memasang spanduk yang bertuliskan 'KAMI WARGA JALAN BUDAYA MENOLAK KERAS PERUBAHAN NAMA JALAN!!!' dengan berukuran lebih kurang 3 x 1 meter.

Spanduk itu terlihat di pagar rumah satu warga yang lokasinya persis sebrang Minimarket Alfamart, Jalan Budaya.

Baca juga: Anies Tak Libatkan Anggota Dewan, Prasetyo Ancam Pembatalan Perubahan 22 Nama Jalan di Jakarta

Baca juga: Meski Dikritik DPRD, Ariza Pastikan Penggantian 22 Nama Jalan di Jakarta Masih Berlaku

Spanduk tersebut dipasang beberapa warga sekira pukul 13.30 WIB dengan total tiga orang yang masang.

Satu warga yakni Edward, sekaligus yang memasang spanduk tersebut mengungkapkan hal ini dilakukannya untuk upaya bentuk nyata berupa penolakan dari warga sekitar terkait perubahan nama jalan di wilayahnya, yaitu Jalan Budaya menjadi Jalan Entong Gendut.

"Saya sih menolak (perubahan nama jalan), kalau bisa tetap Jalan Budaya," kata Edward, Kamis (30/6/2022).

Ditambahnya, perubahan nama jalan tersebut dirasanya hanya membuat warga menjadi merugi, sebab harus meluangkan waktu dan biaya untuk mengurus pergantian alamat pada berkas atau dokumen identitas.

"Alasannya kita enggak nolak sih sebenarnya, cuman biayanya buat perubahan STNK KTP, Sertifikat Tanah, itu waktu kita habis, masa cuman ngurusin ginian doang surat-surat, lagian juga Jalan Budaya udah lama (dipakai)," jelasnya.

Tidak hanya itu, ia mengungkapkan kekecewaan juga terkait sikap pemerintah yang melakukan perubahan ini tidak terlebih dahulu melakukan agenda musyawarah dengan warga sekitar.

Lantas, dengan sebab itu semua, Edward yang merupakan warga RT 10/06 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati itu merasa kaget saat itu setelah mengetahui secara tiba-tiba pergantian nama di wilayahnya, yang tadinya Jalan Budaya, menjadi Jalan Entong Gendut.

"Tidak ada musyawarah, tiba-tiba langsung ada pelang perubahan jalan," tutupnya.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved