Minggu, 10 Mei 2026

Berita Video

VIDEO : Warga Misterius Tak Setuju Nama Jalan Diubah Anies

Sebelumnya, beberapa warga di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat jati, Jakarta Timur melakukan aksi pemasangan spanduk berisikan penolakan pergant

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Alex Suban

TRIBUNNEWSDEPOK, COM, JAKARTA - Nama Jalan Budaya di Kramat Jati, Jakarta Timur, telah diubah oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi nama Jalan Entong Gendut, pahlawan setempat.

Pantauan Wartakotalive.com di Jalan Entong Gendut, terlihat plang nama jalan yang sebelumnya dipasang bernama Jalan Entong Gendut, kemudian ditimpa kertas berwana hijau yang ditambah double tip bertuliskan JL BUDAYA.

Menurut Ica warga setempat, pergantian atau penempelan nama menjadi JL Budaya tersebut dilakukan pada malam hari oleh orang tak dikenal.

Simak VIdeo Berikut :

Pantauan Wartakotalive.com di Jalan Entong Gendut, Kramat Jati, Jakarta Timur terlihat plang nama jalan yang sebelumnya dipasang bernama Jalan Entong Gendut, kemudian ditimpa kertas berwana hijau yang ditambah double tip bertuliskan JL BUDAYA.

Menurut Ica (30) selaku saksi mata di lokasi, pergantian atau penempelan nama menjadi JL BUDAYA tersebut dilakukan pada malam hari.

Namun, ia tidak mengetahui secara pasti siapakah yang mengganti nama plang tersebut.

"Masangnya malam jam 21.00 WIB. Ada dua orang yang ganti, bapak-bapak," ujarnya ke awak media, Senin (4/7/2022).

Pergantian nama yang dijelaskan Ica terjadi pada hari Kamis (30/6/2022) itu justru membuat Ica bingung, sebab kedua orang yang memasang tersebut dirasanya belum pernah lalu lalang di sekitar lokasi sebelumnya.

Baca juga: Pemprov DKI Tegaskan Tak Perlu Libatkan DPRD DKI untuk Ganti 22 Nama Jalan di Jakarta, Ini Alasannya

Baca juga: Komisi A Bakal Panggil Eksekutif Buntut Tak Dilibatkan Dalam Perubahan 22 Nama Jalan

Wanita yang ditemui sedang mengenakan kacamata tersebut juga menduga yang melakukan pergantian nama tersebut adalah warga sekitar.

"Enggak tahu warga mana itu, mungkin warga Budaya Ujung kali," tuturnya.

Aksi penempelan pergantian plang nama jalan itu dilakukan persis setelah waktu sore harinya beberapa warga Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur melakukan penempelan banner berisikan penolakan keras pergantian nama jalan.

"Dukcapil kan datang siang, malamnya dia pasang nama Jalan Budaya itu di plang," tutupnya.

Lanjutnya, menurut Kamal selaku ketua RT 4 RW 5, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, pihaknya tidak mengetahui terkait aksi pergantian menimpa nama jalan dengan double tip tersebut.

"Saya tidak tahu tentang itu, justru saya tahu setelah dikasih tahu warga pas sesudah saya dari masjid," ujarnya, Senin (4/7/2022).

Di akhir pernyataannya, ia berharap pemerintah setempat bisa mendengar aspirasi kemauan masyarakat yang terdampak pergantian nama jalan.

Contoh hal nyatanya seperti yang dilakukan dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dengan konsep jemput bola.

"Ya saya sih udah maunya pemerintah bisa lebih mengerti masyarakat, seperti dukcapil waktu itu pelayanannya yakni jemput bola," tutupnya.

Sebelumnya, beberapa warga di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat jati, Jakarta Timur melakukan aksi pemasangan spanduk berisikan penolakan pergantian nama jalan di wilayahnya, dari awalnya Jalan Budaya, dan saat ini menjadi Jalan Entong Gendut.

Mereka memasang spanduk yang bertuliskan 'KAMI WARGA JALAN BUDAYA MENOLAK KERAS PERUBAHAN NAMA JALAN!!!' dengan berukuran lebih kurang 3 x 1 meter.

Spanduk itu terlihat di pagar rumah satu warga yang lokasinya persis sebrang Minimarket Alfamart, Jalan Budaya.

Baca juga: Anies Tak Libatkan Anggota Dewan, Prasetyo Ancam Pembatalan Perubahan 22 Nama Jalan di Jakarta

Baca juga: Meski Dikritik DPRD, Ariza Pastikan Penggantian 22 Nama Jalan di Jakarta Masih Berlaku

Spanduk tersebut dipasang beberapa warga sekira pukul 13.30 WIB dengan total tiga orang yang masang.

Satu warga yakni Edward, sekaligus yang memasang spanduk tersebut mengungkapkan hal ini dilakukannya untuk upaya bentuk nyata berupa penolakan dari warga sekitar terkait perubahan nama jalan di wilayahnya, yaitu Jalan Budaya menjadi Jalan Entong Gendut.

"Saya sih menolak (perubahan nama jalan), kalau bisa tetap Jalan Budaya," kata Edward, Kamis (30/6/2022).

Ditambahnya, perubahan nama jalan tersebut dirasanya hanya membuat warga menjadi merugi, sebab harus meluangkan waktu dan biaya untuk mengurus pergantian alamat pada berkas atau dokumen identitas.

"Alasannya kita enggak nolak sih sebenarnya, cuman biayanya buat perubahan STNK KTP, Sertifikat Tanah, itu waktu kita habis, masa cuman ngurusin ginian doang surat-surat, lagian juga Jalan Budaya udah lama (dipakai)," jelasnya.

Tidak hanya itu, ia mengungkapkan kekecewaan juga terkait sikap pemerintah yang melakukan perubahan ini tidak terlebih dahulu melakukan agenda musyawarah dengan warga sekitar.

Lantas, dengan sebab itu semua, Edward yang merupakan warga RT 10/06 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati itu merasa kaget saat itu setelah mengetahui secara tiba-tiba pergantian nama di wilayahnya, yang tadinya Jalan Budaya, menjadi Jalan Entong Gendut.

"Tidak ada musyawarah, tiba-tiba langsung ada pelang perubahan jalan," tutupnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved