Jumat, 1 Mei 2026

Mutiara Ramadan

Kisah Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Peradaban yang Berkembang di Masa Pemerintahannya

Abu Bakar Ash-Shiddiq dan peradaban yang berkembang di masa pemerintahannya. Abu Bakar merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW.

Tayang:
Editor: dodi hasanuddin
Kompas.com/Wikimedia Commons
Kisah Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Peradaban yang Berkembang di Masa Pemerintahannya 

Setelah dibaiat, Abu Bakar Ash-Shiddiq menyampaikan pidatonya yang berisi “taatlah kalian kepadaku sepanjang aku taat kepada Allah dan Rasulnya di tengah kalian, jika aku bermaksiat maka tidak wajib kalian taat kepadaku”.

Baca juga: Guru Besar UI Temukan 4 Inovasi Pembangunan Infrastruktur Perkotaan, Salah Satunya PRASTI Tunnel

Pasca wafat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi khalifah yang pertama yang menjadi kepala negara sekaligus pemimpin agama umat Islam dan berlangsung selama dua tahun.

Masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq banyak menghadapi permasalahan-permasalahan dari dalam negeri di antaranya munculnya nabi palsu, kelompok murtad, dan pembangkang zakat.

Setelah berdiskusi dengan para sahabat yang lain, Abu Bakar Ash-Shiddiq memutuskan untuk memerangi kelompok tersebut (perang melawan kemurtadan).

Setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq menyelesaikan permasalahan dalam negeri kemudian melakukan ekspansi ke wilayah utara untuk menghadapi pasukan Romawi dan Persia yang mengancam kedudukan umat Islam. Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq meninggal sebelum misi ekspansi ini selesai.

Beberapa peradaban yang berkembang pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq:

  1. Membudayakan diskusi yang lebih demokratis dalam pemerintahan dan masyarakat.
  2. Menumbuhkan loyalitas umat Islam dan tentara kepada pemerintah yang memberi support atas semua kebijaka- khalifah.
  3. Membudayakan musyawarah dalam menyikapi setiap permasalahan.
  4. Menyusun mushaf Al-Qur’an.
  5. Membangun pemerintahan yang tertib baik di pusat maupun di daerah.
  6. Memperkokoh militer yang disiplin dan tangguh di medan tempur.
  7. Menyejahterakan masyarakat secara adil dengan membangun baitulmalserta memberdayakan zakat, infaq, ghanimah, serta jizyah.
  8. Masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, harta dari baitul mal dibagikan kepada seluruh umat Islam, bahkan    ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq meninggal, hanya ditemukan sisa satu dirham dalam perbendaharaan negara. Seluruh umat Islam mendapatkan bagian yang sama dari hasil pendapatan negara. Ciri-ciri perekonomian pada masa Abu Bakar antara lain:
  9. Menerapkan praktik akad perdagangan sesuai dengan prinsip syariah.
    Tidak menjadikan ahli badar sebagai pejabat negara.
  10. Menegakkan hukum dan memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat.
  11. Mengolah rikaz (barang tambang) seperti emas, perak, perunggu, besi menjadi sumber pendapatan negara.
  12. Memperhatikan ketepatan dalam perhitungan zakat.
  13. Menerapkan prinsip persamaan dalam distribusi kekayaan negara.
    Temukan berbagai cerita sahabat nabi dalam buku 54 Kisah Sahabat Nabi Untuk Anak yang ada dibawah ini dengan ilustrasi dan warna yang menarik serta mudah dipahami.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biografi Abu Bakar, Sahabat Rasulullah yang Paling Utama", 
Penulis : Lukman Hadi Subroto

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved