Mutiara Ramadan
Kisah Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Peradaban yang Berkembang di Masa Pemerintahannya
Abu Bakar Ash-Shiddiq dan peradaban yang berkembang di masa pemerintahannya. Abu Bakar merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan gelar Abu Bakar adalah Ash-Shiddiq, yang artinya berkata benar, setelah ia membenarkan peristiwa Isra Mi'raj yang diceritakan Nabi kepada para pengikutnya.
Oleh karena itu, ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Baca juga: Kenaikan Harga Sembako Jelang Ramadan Terus Berulang Setiap Tahun, Ini Penjelasan IKAPPI
Kehidupan setelah masuk Islam Setelah resmi menjadi Muslim, Abu Bakar turut serta dalam dakwah menyebarkan Islam dan berhasil mengislamkan Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqas, serta beberapa tokoh penting dalam Islam lainnya.
Selain itu, ia juga membujuk teman-teman dekatnya untuk masuk Islam. Namun, periode awal dakwah Nabi Muhammad SAW memang mengalami banyak tentangan.
Bahkan para budak yang telah memeluk Islam banyak yang disiksa. Mengetahui hal ini, Abu Bakar membebaskan para budak Muslim dengan menebusnya dan membiarkan mereka pergi.
Salah satu budak yang dibebaskan Abu Bakar adalah Bilal bin Rabah, yang kemudian menjadi muadzin pertama umat Islam.
Ketika penyiksaan semakin masif dilakukan oleh para pemuka Quraisy terhadap para pemeluk Islam, Nabi Muhammad SAW menyerukan pengikutnya untuk hijrah ke Yastrib atau Madinah. Nabi Muhammad SAW pun berangkat hijrah ditemani oleh Abu Bakar pada tahun 622.
Begitu sampai di Madinah, Rasulullah langsung memerintahkan untuk mendirikan sebuah masjid. Abu Bakar kemudian membayar sebidang tanah untuk mendirikan masjid, yang kemudian dinamakan Masjid Nabawi.
Di Madinah, Abu Bakar menjabat sebagai kepala penasihat Nabi Muhammad SAW. Hubungan itu semakin erat setelah Nabi menikah dengan putrinya yang bernama Aisyah.
Setelah itu, Abu Bakar tercatat berperan dalam berbagai pertempuran dengan kaum Quraisy, seperti Perang Badar (624), Perang Khandaq (627), dan Perang Uhud (625).
Peradaban yang Berkembang
Dilansir dari Gramedia.com, Abu Bakar Ash-Shiddiq lahir pada tahun 573 M dan wafat pada tahun 634 M. Nama Abu Bakar berarti pelopor pagi hari karena termasuk laki-laki yang masuk Islam pertama kali.
Sedangkan Ash-Shiddiq diberikan karena beliau sentiasa membenarkan semua ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW terutama pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj.
Abu Bakar Ash-Shiddiq terpilih menjadi khalifah atas usulan kaum Anshar dan Muhajirin yang sama-sama di antara kedua kaum tersebut menginginkan seorang khalifah dari kalangan mereka.
Kemudian usulan tersebut ditolak sehingga disimpulkan bahwa kaum Muhajirin memang lebih berhak untuk mendapatkan kekuasaan dan semua sepakat Umar bin Khattab maju dan membaiat Abu Bakar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Abu-Bakar-Shiddiq.jpg)