Mutiara Ramadan
Kisah Sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Peradaban yang Berkembang di Masa Pemerintahannya
Abu Bakar Ash-Shiddiq dan peradaban yang berkembang di masa pemerintahannya. Abu Bakar merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW.
Saat berusia sekitar 10 tahun, ia ikut sang ayah pergi ke Suriah untuk berdagang, yang telah menjadi tumpuan kehidupan ekonomi keluarganya.
Hal itulah yang kemudian membawa Abu Bakar dalam perjalanan bisnis hingga ke Yaman, Suriah, dan beberapa tempat lainnya.
Keberhasilannya dalam berbisnis, membuat Abu Bakar menjadi pedagang kaya dan naik status sosialnya.
Ia kemudian ditunjuk sebagai kepala suku di golongannya.
Abu Bakar merupakan orang yang terpelajar, mampu baca tulis, serta menyukai puisi. Suatu hal yang sangat langka di kalangan Quraisy saat itu.
Bahkan ia sering mengikuti festival tahunan di Ukaz dan ikut berpartisipasi dalam simposium puisi.
Abu Bakar memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa, karenanya sangat paham tentang sejarah dan politik suku-suku Arab.
Masuk Islam
Sebelum Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa ia adalah utusan Allah SWT, Abu Bakar sedang dalam perjalanan bisnis ke Yaman.
Saat dalam perjalanan, ia bertemu dengan seorang peramal yang memprediksi bahwa nabi yang ditunggu-tunggu telah datang.
Begitu Abu Bakar pulang dari Yaman, ia diberi tahu oleh teman-temannya bahwa Muhammad menyatakan dirinya sebagai utusan Allah.
Begitu mendengar ajakan Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar langsung menerimanya dan memeluk Islam tanpa ada rasa ragu sedikit pun.
Hal itu karena Nabi Muhammad SAW terkenal akan kejujurannya, lurus hatinya, dan kejernihan pikirannya.
Sehingga Abu Bakar mempercayainya dengan sepenuh hati. Abu Bakar pun termasuk dalam sepuluh orang pertama yang memeluk Islam setelah Nabi Muhammad SAW.
Setelah itu, Rasulullah memberi nama Abu Bakar, Abdullah, yang artinya hamba Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Abu-Bakar-Shiddiq.jpg)