Breaking News:

Penelitian UI

Analisis Doktor Ekonomi UI: 80 Persen Total Aset Perbankan Dimiliki Konglomerasi Keuangan

Sebanyak 80 persen total aset perbankan dimiliki konglomerasi keuangan. Hal itu disampaikan doktor ekonomi UI.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Muhamad Fajar Ryandanu
Analisis Doktor Ekonomi UI: 80 Persen Total Aset Perbankan Dimiliki Konglomerasi Keuangan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Analisis Doktor Ekonomi UI: 80 persen total aset perbankan dimiliki konglomerasi keuangan.

Konglomerasi keuangan telah menjadi bagian penting dari lanskap keuangan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Bikin Bangga, Universitas Indonesia Raih Lima Kategori Penghargaan Anugerah Diktiristek 2021

Sebanyak 80 persen total aset sektor perbankan Indonesia dimiliki oleh 36 bank milik konglomerasi keuangan.

Perbankan merupakan sektor dominan pada jasa keuangan di Indonesia. 

Perbankan menguasai sekitar tiga per empat dari total aset sektor jasa keuangan Indonesia, atau setara dengan 72 persen dari produk domestik bruto Indonesia (International Monetary Fund, 2017; The World Bank, 2019).

Baca juga: Universitas Indonesia Raih 2 Penghargaan Sistem Pembelajaran Daring di SPADA Award 2021

Tingkat konglomerasi keuangan berpotensi menurunkan tingkat persaingan industri perbankan, menurunkan risiko kredit dan risiko likuiditas, serta meningkatkan risiko solvensi bank. 

Potensi penurunan persaingan secara konsisten ditunjukkan dari hasil analisis tiga metode new empirical industrial organization (NEIO).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dyah Nirmalawati Taurusianingsih sebagai temuan dalam disertasinya yang berjudul “Konglomerasi Keuangan dan Dampaknya terhadap Persaingan, Risiko, dan Stabilitas Industri Perbankan Indonesia”.

Dengan menggunakan data 23 bank bermodal inti lebih dari Rp 5 triliun selama kurun waktu 2001 - 2017 dan menggunakan analisis data panel metode fixed-effect dan two-stage least square, maka dilakukan penelitian.

Penelitian ini bertujuan menguji dampak tingkat konglomerasi keuangan terhadap persaingan, risiko, dan stabilitas industri perbankan Indonesia.

Baca juga: Kasusnya Meningkat, FHUI Beri Edukasi dan Pelatihan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak di Depok

Dengan memperhatikan keragaman konglomerasi keuangan dari masing-masing bank, studi ini membangun indeks konglomerasi untuk mengukur tingkat konglomerasi keuangan suatu bank.

Selain itu, dengan menggunakan metode component expected shortfall, penelitian ini juga menemukan adanya dampak positif dari tingkat konglomerasi terhadap risiko sistemik. 

Baca juga: UI Sampaikan Restorasi Gambut Dapat Kurangi Dampak Bencana Kebakaran Hutan, Dapat Gunakan Dana Desa

Semakin tinggi tingkat konglomerasi keuangan suatu bank, semakin besar kontribusinya terhadap risiko sistemik.

Disertasi ini berhasil dipertahankan pada sidang promosi doktor Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PPIE FEB UI) yang dilaksanakan secara daring pada Kamis kemarin.

Dyah Nirmalawati Taurusianingsih lulus dengan predikat Memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-128 di bidang Ilmu Ekonomi.

Baca juga: Prof. dr. H. Ali Sulaiman Guru Besar FKUI Pakar Hepatobilier Wafat, Dimakamkan di San Diego Hills

Promosi doktor ini dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Nachrowi Djalal Nachrowi, Ph.D., dengan Prof. Dr. Ine Minara S. Ruky sebagai Promotor, Dr. Mahjus Ekananda sebagai Ko-Promotor 1, dan Prof. Wimboh Santoso, Ph.D., sebagai Ko-Promotor 2.

Sementara itu, Tim Penguji diketuai oleh Prof. Nachrowi Djalal Nachrowi, Ph.D., dengan anggota terdiri atas Sugiharso Safuan, Ph.D., Jahen F. Rezki, Ph.D., Dr. Telisa A. Falianty, dan Dr. Moch. Doddy Ariefianto.  

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved