Breaking News:

Berita UI

UI Berikan Pelatihan Pemetaan untuk Kembangkan Geowsiata Cikarang Sukabumi, Ada Curug Three in One

Kembangkan potensi Geowsiata Desa Cikarang Sukabumi, UI berikan pelatihan pemetaan partisipatif dan materi kaidah kartografi. Ada Curug Three in one.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
UI Berikan Pelatihan Pemetaan untuk Kembangkan Geowsiata Cikarang Sukabumi, Ada Curug Three in One. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - UI berikan pelatihan pemetaan untuk kembangkan potensi geowsiata Desa Cikarang Sukabumi, Ada Curug three in one.

Indonesia memiliki ribuan desa yang tersebar di Nusantara. Setiap desa memiliki keunikan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi desa tersebut, namun potensi ini masih banyak yang belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara baik terutama pada sektor wisata. 

Baca juga: Mahasiswa FEB UI Juara Nasional di Berbagai Kompetisi di Indonesia

Hal ini diperlukan guna memberikan manfaat serta menghasilkan produktivitas yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Salah satu desa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah Desa Cikarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Desa ini memiliki bentukan alam berupa perbukitan karst sehingga banyak ditemukan gua-gua alami yang berisi ornamen gua seperti stalaktit, stalagnit, hingga sungai bawah tanah,” ujar Septian Agung Waluyo, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI (FMIPA UI) yang melakukan pelatihan survei dan pemetaan digital di Desa Cikarang, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Tjiong Giok Pin S.Si., M.Si., selaku dosen pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian masyarakat desa dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya secara berkelanjutan. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari, dari 29 November hingga 04 Desember 2021 dengan nama program berjudul “PHYLLAGE” (Geography for Village).

Baca juga: Universitas Indonesia Raih 2 Penghargaan Sistem Pembelajaran Daring di SPADA Award 2021

Pelatihan terdiri dari beberapa kegiatan yang diawali dengan penginstalan aplikasi dan pengambilan data.

Kegiatan pengambilan data dilakukan di beberapa tempat untuk mengambil titik lokasi yang dapat dijadikan suatu potensi dalam pengembangan desa.

Selain itu, terdapat juga pemberian materi pemetaan partisipatif dan materi kaidah kartografi untuk memperdalam pengetahuan masyarakat terkait konsep dan aturan-aturan dalam pemetaan.

Baca juga: UI Kerjasama Penelitian Klinis dengan National Center for Global Health and Medicine Jepang

Pelatihan pengolahan data ini dilakukan menggunakan sumber data yang telah didapatkan pada sesi pelatihan pengambilan data.

Hal ini guna mengajarkan beberapa materi sederhana seperti input data hingga layouting pada software QGIS. Acara pelatihan pengolahan data diakhiri dengan materi pengolahan data yang lebih sederhana pada software lainnya yaitu Google Earth Pro.

Tujuannya agar masyarakat desa bisa memiliki banyak pilihan dalam mengolah data sehingga dapat menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki.

Septian menyebutkan, bahwa salah satu potensi yang berhasil dipetakan diantaranya titik koordinat dan jalur trekking Curug Three in One.

Baca juga: Dampak Limbah Baterai Berbahaya Bagi Kesehatan, FTUI Lakukan Penyuluhan di Sukmajaya Depok

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved