Berita Depok

Dampak Limbah Baterai Berbahaya Bagi Kesehatan, FTUI Lakukan Penyuluhan di Sukmajaya Depok

FTUI lakukan penyuluhan di Sukmajaya, Depok untuk cegah dampak limbah baterai yang berbahaya bagi kesehatan.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Dampak Limbah Baterai Berbahaya Bagi Kesehatan, FTUI Lakukan Penyuluhan di Sukmajaya Depok. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Dampak limbah baterai berbahaya bagi kesehatan, FTUI lakukan penyuluhan di Sukmajaya, Kota Depok .

Permasalahan limbah yang mengotori air, tanah, dan udara di lingkungan menjadi perhatian utama bagi Pemerintah dan warga Kota Depok.

Baca juga: Ide E-Library Bikin Mahasiswa UI Menangkan Ruangguru Business Innovation Challange 2022

Populasi yang besar dan meningkatnya konsumsi masyarakat, turut menyebabkan peningkatan laju produksi limbah yang signifikan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok mengungkapkan bahwa seluruh situ di Kota Depok memiliki kualitas air yang rata-rata buruk, akibat tercemar limbah industri dan rumah tangga.

Baca juga: UI Berikan Solusi Pertanian Organik di Perkotaan, Gunakan Sistem Media Tanam Terrakopi

Salah satu penyumbang limbah yang cukup mengkhawatirkan berasal dari baterai bekas yang merupakan bagian dari limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya).

Berangkat dari kondisi tersebut, tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTI FTUI) menyampaikan tentang dampak limbah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan di lingkungan RW 03, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Turut hadir pada penyuluhan tersebut adalah Ketua RT 11 RW 03, Didin, dan perwakilan dari Ibu-ibu PKK RW 03.

Tim Pengabdian Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTI FTUI) diketuai oleh Prof. Dr. Rahmat Nurcahyo.

Kemudian tim terdiri dari Ajun Tri Setyoko dan Hana Fajria Pahlawan, mahasiswa program magister.

Baca juga: 24 Mahasiswa UI Dapat Beasiswa OK Bank Indonesia, Terima Rp 10 Juta Per Orang

Lalu, Nurhadi Wibowo dan M. Habiburrahman, mahasiswa program doktor.

“Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Depok No. 03 Tahun 2013 Tentang Pedoman Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah didefinisikan sebagai sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan. Limbah dapat dibagi ke dalam beberapa jenis yaitu limbah organik, limbah anorganik, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)," kata Prof. Rahmat.

"Limbah B3 memerlukan penanganan khusus dikarenakan dapat berdampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Contohnya, baterai, jarum suntik bekas, dan limbah racun kimia,” paparnya.

Limbah baterai memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan limbah sampah rumah tangga pada umumnya, karena komponen di dalam baterai mengandung merkuri, nikel, timbal, kadmium, dan lithium yang tergolong sebagai logam berat.

Menurut Prof. Rahmat, apabila tidak ditangani secara benar, beberapa bahan kimia berbahaya tersebut dapat terlepas ke lingkungan dan mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved