Minggu, 12 April 2026

Budidaya Ikan dengan Terpal Sistem Bioflok, Ini Kelebihan Dibanding dengan Kolam Tanah

Budidaya ikan dilakukan Juhin bersama kelompoknya yakni menggunakan kolam dengan bahan terpal yang dibagi tiga bagian dengan sistem bioflok.

Editor: murtopo
ISTIMEWA
Juhin, petani ikan dan juga Ketua Kelompok Program Pusat Pembudidayaan Perikanan Desa Kapar Inovatif (Peri Sakti) dalam sharing session secara virtual yang digelar PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field dengan tema  Journey to Empowerment: Berbagi Nilai dan Cita-Cita Bersama Masyarakat di Wilayah Operasi Migas, Kamis (16/12/2021).  

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Ign Agung Nugroho

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pembudidayaan ikan menggunakan terpal dengan sistem bioflok memiliki keunggulan dan hasil panennya lebih menguntungkan daripada di kolam tanah.

Hal itu disampaikan Juhin petani ikan dan juga Ketua Kelompok Program Pusat Pembudidayaan Perikanan Desa Kapar Inovatif (Peri Sakti) di Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. 

"Tidak hanya menekan biaya pakan, pendapatan anggota kami ikut meningkat signifikan melalui inovasi sistem bioflok ini," kata Juhin dalam sharing session secara virtual yang digelar PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field dengan tema  'Journey to Empowerment: Berbagi Nilai dan Cita-Cita Bersama Masyarakat di Wilayah Operasi Migas', Kamis (16/12/2021). 

Peri Sakti adalah salah satu program implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dari PEP Tanjung Field di wilayah operasinya di Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Baca juga: Inilah Cara Sukses Budidaya Kepiting yang Disampaikan FMIPA UI

Juhin menuturkan, sejak setahun lalu menjadi mitra binaan program Peri Sakti.

"Awalnya saya memelihara ikan pakai kolam tanah pada 2019. Hasilnya kurang memuaskan,” katanya.

Dia mengaku, sejumlah keunggulan telah dirasakan bersama anggotanya dari inovasi bioflok, yakni mulai kemampuan mengelola limbah organik menjadi pupuk cair.

Bahkan, pemberian pakan menjadi tujuh karung dalam satu periode panen atau lebih hemat 13 karung dibandingkan kolam tanah yang memerlukan 20 karung. 

"Begitu juga dengan biaya budidaya ikan Rp 4 juta per kolam dalam sekali periode panen, jauh lebih rendah dibandingkan kolam tanah yang bisa Rp 12 juta," katanya.

Baca juga: Terbatas Lahan Tanam, Nanang Sukses Budidaya Belimbing Dewa Beromset Ratusan Juta Rupiah

Juhin juga menyebutkan, keunggulan lainnya dari sistem ini adalah padat tebar benih 500 ekor per m3 dibandingkan menggunakan kolam tanah 100 ekor. 

Hasil panen pun mencapai 120 kg per periode panen dibandingkan memakai kolam tanah yang mencapai 80 kg.

“Pendapatan juga naik menjadi Rp 3 juta per periode panen dibandingkan kolam tanah Rp 2 juta per periode panen,” ujarnya.

Menurut Juhin, penggunaan kolam tanah untuk memelihara ikan banyak kendala. 

Salah satunya karena lokasi kolam yang berdekatan dengan lahan industri dan pertambangan sehingga kalau banjir limbahnya bisa masuk ke kolam.

Baca juga: Imam Budi Hartono Ajak Warga Depok Budidaya Lele, Untungnya Bisa Capai Rp 4,4 Juta Per Bulan

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved