Berita UI

Inilah Cara Sukses Budidaya Kepiting yang Disampaikan FMIPA UI

Tim Pengabdian Masyarakat FMIPA UI memberikan pelatihan cara suskses budidaya kepiting dengan metode rumah susun dan ramah pakan.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Inilah Cara Sukses Budidaya Keptiting yang Disampaikan FMIPA UI 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Inilah cara sukses budidaya keptiting yang disampaikan FMIPA UI.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program pengembangan budidaya kepiting di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.

Pengembangan budidaya kepiting yang dilakukan oleh tim pengmas UI dilakukan dengan menggunakan model rumah susun dan ramah pakan.

Baca juga: Ini Tanda-tanda Mata Lelah, Bagaimana Cara yang Tepat Mengatasinya? Ini kata FKUI

Model ini bertujuan untuk menghilangkan dampak kanibalisme antar kepiting serta meningkatkan efektivitas pemberian pakan.

Metode ini menggunakan inovasi alat model Tube-Hybrid berupa limbah galon bekas yang disusun sedemikian rupa, sehingga kepiting akan terisolasi satu sama lain di dalam setiap galon. 

Baca juga: Mau Produk Lokal? Klik di UKMJuWAra, Ada 100 Produk UMKM Binaan FEB UI, WhatsApp dan Kemendag

Pakan tambahan berupa ikan runcah yang merupakan limbah tangkapan nelayan juga diberikan untuk meningkatkan produktivitas kepiting.

"Penggunaan limbah sebagai bahan utama alat dan pakan menjadikan metode ini sebagai solusi metode budidaya yang terjangkau dan juga ramah lingkungan,” ujar Retno Lestari sebagai ketua tim.

Sosialisasi serta demonstrasi alat secara langsung oleh tim pengmas disambut antusias oleh masyarakat nelayan di Desa Pantai Bahagia.

Daus, ketua Rukun Tetangga Desa Bahagia, yang juga turut hadir dalam acara turut menyampaikan apresiasinya terhadap FMIPA UI yang langsung turun membantu masyarakat.

“Warga disini merasa sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa UI, apalagi kami sampai dibawakan dan dikenalkan dengan alat ini. Sejauh ini kami menggunakan besek, tapi sangat tidak efektif," kata Daus

"Maka dari itu, keberadaan alat ini menjadi alternatif baru yang lebih efektif dan terjangkau untuk membudidayakan kepiting,” tambahnya.

Ia mengharapkan keberlanjutan kerja sama dengan FMIPA UI sehingga kesejahteraan masyarakat di Desa Pantai Bahagia dapat terus meningkat.

Retno berharap kegiatan ini dapat mengoptimalkan metode budidaya kepiting di Desa Pantai Bahagia sehingga produktivitas serta kesejahteraan masyarakat nelayan dapat meningkat.

Kegiatan ini bekerja sama dengan mitra Pandu Agritek Bahagia dan Kelompok Tani Tambak Rebon Jaya di Desa Pantai Bahagia, serta didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI). 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved