Budidaya Ikan dengan Terpal Sistem Bioflok, Ini Kelebihan Dibanding dengan Kolam Tanah
Budidaya ikan dilakukan Juhin bersama kelompoknya yakni menggunakan kolam dengan bahan terpal yang dibagi tiga bagian dengan sistem bioflok.
Budidaya ikan yang saat ini dilakukan Juhin bersama kelompoknya yakni menggunakan kolam dengan bahan terpal yang dibagi tiga bagian dengan sistem bioflok.
"Keunikannya adalah pada floknya. Cara pembuatan bioflok bahannya sangat mudah, probiotik, molase, dedak, dicampur dalam air di kolam terpal, didiamkan selama 7-14 hari atau dikatakan fermentasi. Lalu diberikan benih ikan. Pada usia 7-8 bulan sudah bisa panen," kata Juhin.
Dia menambahkan, air limbah dari kolam ini ramah lingkungan, sehingga bisa untuk pupuk cair tanaman.
"Budidaya ikan kolam terpal dengan sistem bioflok Peri Sakti ini adalah yang pertama dan satu satunya yang berhasil di Tabalong,” katanya.
Sigit Setiawan, Manager PEP Tanjung Field mengatakan, Pertamina berkomitmen menjaga lingkungan wilayah operasinya, salah satunya dengan pengelolaan limbah.
Keberadaan Peri Sakti bisa mengelola usaha perikanan menjadi lebih baik, dan tidak perlu membuang limbah ikan karena bisa digunakan untuk pertanian.
“Upaya ini bukan tanpa hambatan. Dengan kolaborasi kelompok lahir inovasi usaha online dan marinasi ikan,” kata Sigit. (ign).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Juhin-petani-ikan-dan-juga-Ketua-Kelompok-Peri-Sakti.jpg)