Senin, 4 Mei 2026

Budidaya Ikan dengan Terpal Sistem Bioflok, Ini Kelebihan Dibanding dengan Kolam Tanah

Budidaya ikan dilakukan Juhin bersama kelompoknya yakni menggunakan kolam dengan bahan terpal yang dibagi tiga bagian dengan sistem bioflok.

Tayang:
Editor: murtopo
ISTIMEWA
Juhin, petani ikan dan juga Ketua Kelompok Program Pusat Pembudidayaan Perikanan Desa Kapar Inovatif (Peri Sakti) dalam sharing session secara virtual yang digelar PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field dengan tema  Journey to Empowerment: Berbagi Nilai dan Cita-Cita Bersama Masyarakat di Wilayah Operasi Migas, Kamis (16/12/2021).  

Budidaya ikan yang saat ini dilakukan Juhin bersama kelompoknya yakni menggunakan kolam dengan bahan terpal yang dibagi tiga bagian dengan sistem bioflok.

"Keunikannya adalah pada floknya. Cara pembuatan bioflok bahannya sangat mudah, probiotik, molase, dedak, dicampur dalam air di kolam terpal, didiamkan selama 7-14 hari atau dikatakan fermentasi. Lalu diberikan benih ikan. Pada usia 7-8 bulan sudah bisa panen," kata Juhin.

Dia menambahkan, air limbah dari kolam ini ramah lingkungan, sehingga bisa untuk pupuk cair tanaman.

"Budidaya ikan kolam terpal dengan sistem bioflok Peri Sakti ini adalah yang pertama dan satu satunya yang berhasil di Tabalong,” katanya.

Sigit Setiawan, Manager PEP Tanjung Field mengatakan, Pertamina berkomitmen menjaga lingkungan wilayah operasinya, salah satunya dengan pengelolaan limbah.

Keberadaan Peri Sakti bisa mengelola usaha perikanan menjadi lebih baik, dan tidak perlu membuang limbah ikan karena bisa digunakan untuk pertanian.

“Upaya ini bukan tanpa hambatan. Dengan kolaborasi kelompok lahir inovasi usaha online dan marinasi ikan,” kata Sigit. (ign).

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved