Sabtu, 11 April 2026

Kisah Inspiratif

Terbatas Lahan Tanam, Nanang Sukses Budidaya Belimbing Dewa Beromset Ratusan Juta Rupiah

Terbatas Lahan Tanam, Nanang Sukses Budidaya Belimbing Dewa Beromset Ratusan Juta Rupiah. Berikut Kiat Suksesnya

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Nanang Yusuf menunjukkan belimbing dewa di kebun belimbing miliknya di Jalan Belimbing Dewa Kecamatan Beji, Depok pada Jumat (17/9/2021). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Ditengah masifnya pembangunan Kota Depok yang mengarah ke properti dan ritel, prospek bisnis budidaya buah belimbing yang merupakan ikon dari Kota Depok ini justru semakin baik.

Hal itu diungkapkan oleh petani buah belimbing yaitu Nanang Yusuf ketika ditemui Wartakotalive.com di kebun belimbing miliknya di Jalan Belimbing Dewa Kecamatan Beji Depok, Jumat (17/9).

"Prospeknya semakin kesini semakin bagus, karena kesadaran masyarakat kita akan konsumsi buah juga makin banyak otomatis prospeknya makin bagus," sebutnya.

Pria yang biasa dipanggil dengan pak Nanang ini memiliki kebun belimbing seluas 2.000 meter persegi dengan jumlah pohon belimbing mencapai 50 pohon.

Ia menyebutkan, sekali periode masa panen yakni setiap empat bulan, rata-rata kebun belimbing miliknya ini bisa menghasilkan belimbing dewa sebanyak 200 kg per pohon.

"Di lahan ini saya punya 50 pohon belimbing, rata-rata bisa berbuah sampai 200 kg per pohon, karena saya punya 50 pohon jadi 50 dikali 200 kg berarti 10.000 kg atau 10 ton sekali periode panen," ucapnya.

Baca juga: Akselerasi Distribusi Vaksinasi Covid-19, Polres Bogor Luncurkan Gerai Vaksin Mobile

Baca juga: Bantu Penanganan Covid-19, PMI Kabupaten Bogor Dapat Piagam Penghargaan dari Ade Yasin

Lalu berapa omset yang diperoleh Nanang dari penjualan belimbing dewa yang dihasilkan dari kebun miliknya?

"Kalau 10 ton dikali harga rata-rata per buah itu Rp 10.000 bisa mencapai Rp 100 juta per musim, tapi itu belum dipotong biaya operasional seperti beli bungkus belimbing, bayar tenaga pembungkus, beli pupuk dan obat-obatan tanaman," ucapnya.

Nanang mengatakan, hasil panen belimbing dewa ini ia kirim ke pasar-pasar modern seperti supermarket, toko buah, hingga pasar induk yang ada di Jabodetabek, serta ke para pelaku UKM olahan makanan dan minuman dari belimbing.

"Kita juga kirim ke pengepul, pedagang kaki lima, lapak-lapak buah yang ada di Depok serta kerja sama dengan para UKM olahan seperti sirup, keripik, jus dari buah belimbing dewa," ungkapnya.

Baca juga: Angkat Kearifan Lokal, Kampung Blekok Disebut Sandiaga Uno Hadirkan Peluang Usaha & Lapangan Kerja

Baca juga: Dua Hari Gelar Gebyar Vaksinasi Tahap Tiga, Kecamatan Beji Distribusikan Sebanyak 723 Dosis Vaksin

Meski lahan perkebunan belimbing semakin terbatas di Kota Depok karena banyak dipakai untuk pembangunan properti atau infrastruktur lainnya, namun masih banyak oara petani buah belimbing yang masih eksis hingha saat ini.

Nanang menyebutkan, di kota Depok ini terdapat 25 kelompok tani belimbing yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Depok. Dia pun merupakan Ketua Asosiasi Belimbing di Kelompok Tani Kalilicin di Kecamatan Pancoran Mas Depok.

Adapun rata-rata per kelompok beranggotakan 20 petani belimbing. Artinya ada 500 petani belimbing di Depok yang masih bertahan.

"Mereka rata-rata punya lahan kebun belimbing antara 1.000-2.000 meter persegi bahkan yang diatas itu ada, tapi jarang yang punya lahan di atas satu hektar," ucapnya.

Baca juga: Solusi Pemulihan Ekonomi, Sandiaga Uno : Berkaca Pada Kearifan Lokal Desa Wisata Bejijong

Baca juga: Forum Institut Pariwisata Dunia Puji Menparekraf Sandiaga Uno di Global Tourism Forum

Dengan lahan perkebunan belimbing yang makin terbatas, para petani belimbing termasuk dirinya melakukan strategi berupa meningkatkan produktifitas belimbing.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved