Sabtu, 25 April 2026

Yellow Jacket Podcast

Yellow Jacket Podcast: Ulasan Lengkap dr. Agustin tentang Penyehatan Makanan, Kesehatan Ibu & Anak

Dalam Yellow Jacket podcast kali ini TribunnewsDepok.com berbincang dengan dr. Agustin Kusumayati, masih mengulas tentang Kesehatan Masyarakat.

Editor: murtopo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK -- Salam sehat sobat TribunnewsDepok.com dan Tribun Network

Dalam Yellow Jacket podcast kali ini TribunnewsDepok.com berbincang dengan dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D masih mengulas tentang Kesehatan Masyarakat.

Agustin Kusumayati yang merupakan ahli di bidang Penyehatan Makanan, Kesehatan Ibu dan Anak hingga Kesehatan Reproduksi Remaja mengatakan makanan di Indonesia sebenarnya aman untuk dikonsumsi karena memasaknya benar-benar matang.

Tapi masalah yang sering timbul adalah setelah matang pengelolaannya atau penyimpanannya yang tidak aman. Dia juga mengulas kenapa sampai terjadi wabah keracunan makananan, disentri atau kolera, dan bagaimana upaya pencegahannya.

Sementara dalam hal kesehatan ibu dan anak, menurut dr. Agustin Indonesia masih memiliki masalah yang besar karena tingkat kematian ibu dan anak terbilang tinggi.

Lantas seperti apa kondisi Kesehatan Masyarakat Indonesia saat ini, berikut ulasan lengkap Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D.

Baca juga: Podcast Yellow Jacket: Cerita dr. Agustin Susahnya Mengurus Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Angka kematian bayi dan balita di Indonesia masih tinggi

Angka kematian bayi dan balita di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Hal ini tertulis dalam disertasi milik mahasiswi Universitas Indonesia (UI) bertajuk Determinasi Kelahiran Resiko Tinggi di Indonesia: Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017.

Lebih lanjut, penelitian yang ditulis oleh Risma Mulia ini memaparkan, angka kematian balita di Indonesia menurun dari 46 per 1.000 pada tahun 2002 menjadi 32 pada tahun 2017.

Selanjutnya, angka kematian bayi menurun nyata dari 35 per seribu kelahiran hidup pada tahun 2002 menjadi 24 pada tahun 2017.

Baca juga: Universitas Indonesia Keempat Kalinya Raih Gold Medal iGEM 2021 di Perancis

Baca juga: Angka Kematian Ibu di Indonesia Tinggi, Mayoritas Disebabkan oleh Pendarahan

Adapun tinggi-rendahnya angka tingkat kematian balita dan bayi dipengaruhi oleh sejumlah variabel di luar faktor kesehatan yang disebut dengan Social Determinant (faktor sosial).

"Misalnya pencemaran lingkungan, persediaan makanan bergizi, dan pendidikan orang tua perihal mengasuh anak," kata Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D saat ditemui di Gedung Rektorat UI pada Jumat (5/11/2021).

Lebih lanjut, Agustin mengatakan, faktor upaya melakukan pendidikan terhadap para orang tua memiliki tantangan yang lebih berat dibanding fakto-faktor lain.

Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah kendala komunikasi di tiap-tiap wilayah di Indonesia.

Baca juga: Pekerja Tenaga Kesehatan Banyak Dicari, Akademisi UI: Kesehatan adalah Modal Utama 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved