Rabu, 22 April 2026

Berita UI

Podcast Yellow Jacket: Cerita dr. Agustin Susahnya Mengurus Kesehatan Masyarakat di Indonesia

dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D, ingin mengulas bagaimana Kesehatan Masyarakat di Indonesia apakah lebih unggul dari negara lain.

Editor: murtopo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK -- Salam sehat sobat TribunnewsDepok.com dan Tribun Network.

Kali ini TribunnewsDepok.com bersama Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D, ingin mengulas bagaimana Kesehatan Masyarakat di Indonesia apakah lebih unggul dari negara lain.

Hal yang cukup mengejutkan diungkap oleh dr. Agustin, yang mengatakan bahwa saat ini kondisi Indonesia ternyata lebih buruk dari negara tetangga dibandingkan di era tahun 90an.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak kisah dan pengalaman dr. Agustin yang pernah menjadi dosen tamu di Vietnam dan sudah malang melintang di dunia Kesehatan Masyarakat.

Sejarah Ilmu Kesehatan Masyarakat

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D menjelaskan, bahwa lahirnya Ilmu Kesehatan Masyarakat berasal dari upaya manusia untuk menghentikan ganasnya wabah cacar dan kolera yang terjadi akibat buruknya kualitas air dan sistem drainase di wilayah pemukiman padat penduduk.

“Pada waktu itu ada wabah kolera, kemudian seorang ilmuwan yang juga seorang dokter mengamati kayaknya kolera ada hubungannya dengan pemakaian air. Nah untuk membuktikan itu, dia menghentikan pemakaian satu sumur dengan cara menyembunyikan sumur itu, jadi masyarakat nggak minum air dari satu-satunya sumur di situ,” tutur Agustin saat ditemui Gedung Rektorat UI pada Jumat (5/11/2021). 

Melansir buku bertajuk Ilmu Kesehatan Masyarakat PKM (2016) karangan Surahman dan Sudibyo, penyakit kolera telah tercatat sejak abad ke-7 menyebar dari Asia khususnya Timur Tengah dan Asia Selatan ke Afrika.

India disebutkan sejak abad ke-7 telah menjadi pusat endemi kolera.

Baca juga: Prof. Dr.dr. Ari Fahrial Syam Lolos Seleksi Balon Dekan FK UI 2021 - 2025

Di samping itu, lepra juga telah menyebar mulai dari Mesir ke Asia Kecil dan Eropa melalui para imigran.

Lebih lanjut, pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, kebangkitan ilmu pengetahuan mempunyai dampak yang luas terhadap segala aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan.

Terkait terjadinya serangan wabah kolera pada sebagian besar rakyat Inggris terutama terjadi pada masyarakat yang tinggal di perkotaan miskin, penyelidikan dan upaya- upaya kesehatan masyarakat secara ilmiah mulai dilakukan pada tahun 1832.

Dimulai pada saat Parlemen Inggris membentuk komisi untuk penyelidikan dan penanganan masalah wabah kolera ini dan Edwin Chardwich seorang pakar sosial (social scientist) ditunjuk sebagai ketua komisi.

Baca juga: Cegah Stunting, UI dan PT PII Lakukan Edukasi, Pemkab Manggarai Barat Targetkan Turun 10 Persen

“Zaman itu belum pakai mikroskop, belum bisa melihat bakteri, belum bisa mengatakan itu kolera berhubungan sama air,” sambung Agustin. 

Lebih lanjut, kata Agustin, pengembangan ilmu kesehatan masyarakat bisa berkembang dengan cepat karena adanya kontribusi dari banyak disiplin di luar ilmu kesehatan masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved