Senin, 13 April 2026

Wawancara Eksklusif

Pekerja Tenaga Kesehatan Banyak Dicari, Akademisi UI: Kesehatan adalah Modal Utama 

Dari 10 daftar pekerjaan yang dicari, 2 di antaranya naik daun karena Pandemi Covid-19, yakni tenaga pendukung kesehatan dan perawat.

Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Muhamad Fajar Riyandanu
Sekretaris UI dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D saat ditemui di Gedung Rektorat UI pada Jumat (5/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Muhamad Fajar Riyandan

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK – Situs media sosial berbasis jaringan profesional LinkedIn merilis daftar 10 pekerjaan yang akan banyak dicari di tahun 2021.

Data tersebut didapat dari hasil data pekerjaan yang tumbuh pada April hingga Oktober 2020. 

Dari 10 daftar pekerjaan yang dicari, 2 di antaranya naik daun karena Pandemi Covid-19, yakni tenaga pendukung kesehatan dan perawat.

Masing-masing menduduki peringkat 2 dan 5 dari 10 daftar yang dirilis oleh LinkedIn. 

Adapun tenaga pendukung kesehatan meliputi apoteker, asisten kesehatan, dan teknisi laboratorium.

Baca juga: Dosen FKM UI Agustin Kusumayati: Sejarah Ilmu Kesehatan Berangkat dari Upaya Melawan Kolera

Mereka membantu kesiapan kesehatan untuk masyarakat dan juga para tenaga kesehatan.

Sejak tahun 2019, rekrutmen untuk posisi tenaga pendukung kesehatan naik menjadi lebih dari 34 persen.

Sementara itu, masih melansir hasil riset LinkedIn, kebutuhan akan perawat meningkat hingga mencapai 30% di tahun 2020. 

“Pandemi Covid-19 itu yang mengajari semua orang perihal bagaimana kalau orang tidak sehat, maka ambruk semua termasuk ekonomi. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, sekarang semua orang belajar bahwa kesehatan itu adalah modal utama,” ucap Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D saat ditemui di kantornya pada Jumat (5/11/2021).

Baca juga: Prof. Dr.dr. Ari Fahrial Syam Lolos Seleksi Balon Dekan FK UI 2021 - 2025

Wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris UI tersebut menambahkan, Pandemi Covid-19 mengingatkan masyarakat bahwa tenaga kesehatan dan perawat sangat dibutuhkan.

Walau berbeda dalam aspek praktik, acap kali masyarakat sering menyamakan tenaga kesehatan dengan dokter.

Hal ini juga berlaku pada ranah pendidikan di perguruan tinggi. Sering kali masyarakat juga menyamakan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.  

Baca juga: Cegah Stunting, UI dan PT PII Lakukan Edukasi, Pemkab Manggarai Barat Targetkan Turun 10 Persen

“Sederhananya Fakultas Kedokteran itu lebih fokus pada mengobati orang sakit sementara Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) fokus pada mencegah orang supaya jangan sakit. Perbedaan kedua yang juga khas adalah kedokteran itu kliennya umumnya adalah individu atau masyarakat lingkup kecil berupa keluarga. Kalau kesehatan masyarakat itu lebih menyasar ke masyarakat lingkup luas seperti komunitas di masyarakat. Mereka juga memberikan konseling pada individu-individu,” jelas Agustin. 

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved