Rabu, 29 April 2026

Depok Heritage

Depok Lama Bakal Jadi Kawasan Heritage yang Dilengkapi dengan Museum dan Fasilitas Lainnya

Kata Kemas Ridwan di kawasan Depok Lama banyak aset-aset yang tergolong heritage atau bangunan cagar budaya.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa
Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein. 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Mochammad Dipa

TRIBUNNEWSDEPOK.COM - Pemkot Depok akan melakukan penataan kawasan Depok Heritage karena Depok memiliki sejumlah bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang menjadi cagar budaya.

Pakar Aspek Sosial Budaya dalam Arsitektur-Heritage dan Cagar Budaya, Kemas Ridwan mengatakan bahwa di kawasan Depok Lama terdapat pertemuan dari berbagai budaya, yaitu Betawi, Sunda, Jawa dan Belanda.

Kata Kemas Ridwan di kawasan Depok Lama banyak aset-aset yang tergolong heritage atau bangunan cagar budaya.

"Depok ini berhubungan juga dengan sejarah Belanda, pertama dengan Cornelis Chastelein dengan 12 marga budak yang kemudian mendapat warisan dari Cornelis chastelein. Jejaknya pun masih ada seperti Gereja Immanuel, lalu ada pemakaman dari keturunan 12 marga ini," ujar Kemas Ridwan, Minggu (14/11).

Kemas menyebutkan, saat ini obyek cagar budaya di Depok yang sudah tercatat dan mendapatkan Surat Keputusan (SK) cagar budaya dari Pemkot Depok ada sekitar 10 obyek.

Baca juga: Banyak Bangunan Bersejarah, Disporyata Depok Ingin Jadikan Kota Depok Heritage Tourism

"Yang sudah di SK kan 10 lebih dan yang belum ada 6 tapi sebenarnya lebih dari itu, 6 itu yang baru masuk dalam daftar ya termasuk obyek yang era pra kolonial juga," ujarnya.

Sementara terkait penataan, kata Kemas Ridwan di Depok Lama ciri khas Eropanya sangat kuat tapi bukan berarti  akan mengembalikan Depok Lama seperti zaman dulu.

"Tapi Depok Lama yang menyesuaikan dengan kondisi modern tapi tetap generasi muda bisa mengetahui Depok lama dengan kekhasannya dengan situasi saat ini. Karena kita nggak mungkin mengembalikan depok lama persis sama seperti zaman dulu, tapi jejak sejarahnya ini tetap kita pertahankan dan jadi rujukan pembangunan supaya jejak ini tidak hilang," ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), Prof Hendri DS Budiono, mengatakan kawasan Depok Heritage ini dimulai dari Jalan Pemuda hingga Stasiun Depok.

"Karena memang lokasi tersebut yang didaftarkan Pemerintah Kota Depok menjadi daerah cagar budaya," jelasnya.

Hendri menjelaskan nantinya kawasan heritage itu bakal dilengkapi dengan museum dan fasilitas lainnya.

Terlebih lagi, berdasarkan kisah terdahulu pernah ada Kantor Presiden Depok dengan sejarahnya, sehingga hal itu akan menjadi daya tarik tersendiri.

Baca juga: Pemkot Buka Kesempatan Pengusaha Danai Revitalisasi Kawasan Depok Lama untuk Cagar Budaya Belanda

Destinasi wisata sejarah

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana melakukan penataan Depok Lama sebagai kawasan bersejarah atau Depok Heritage yang nantinya bakal dijadikan destinasi wisata bersejarah.

Dalam perencanaan penataan kawasan Depok Heritage, Pemkot Depok menggandeng Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein.
Jalan Pemuda, Depok menjadi lokasi yang rencananya akan ditata menjadi kawasan bersejarah Depok atau Depok Heritage. Di Jalan Pemuda ini terdapat GPIB Immanuel yang merupakan gereja bersejarah peninggalan seorang tuan tanah asal Belanda, Cornelis Chastelein. (TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa)

Baca juga: Bertemu dengan Fakultas Teknik UI, Pemkot Depok Susun Rencana Destinasi Heritage Depok Lama

Menurut Kemas, penataan Kawasan Depok Heritage ini bertujuan untuk menjadikan kawasan Depok Lama sebagai ikon kawasan tempo dulu.

"Jadi kita ingin Depok Lama ini punya narasi baru tentunya mengadaptasi situasi perkembangan Kota Depok yang sekarang berkembang sudah luar biasa. Itu yang diharapkan jadi icon atau semacam ruang publik baru bagi Depok yang akan kita tata agar anak-anak muda bisa merasakan Depok tempo dulu," sebut Kemas.

Sebelumnya, Dubes Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns mendatangi kawasan Depok Lama yang berada di Jalan Pemuda, Kamis (11/11).

Kedatangan Lambert untuk berdiskusi dengan Pemerintah Kota Depok dan Universitas Indonesia (UI) terkait kawasan Belanda Depok yang akan dijadikan heritage.

"Saya baru pertama kali datang ke Depok Lama, di sini ada Belanda Depok dan masih ada generasi ke-10 Cornelis Chastelein. Ini sangat istimewa sekali," ucapnya.

Gandeng Fakultas Teknik UI

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang diwakili oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok melakukan diskusi terkait Penataan Kawasan Heritage Depok bersama Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) serta Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia.

Acara tersebut digelar di Cafe Artivator Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Kamis (11/11/2021).

Dekan FT UI Prof. Hendri D.S Budiono, mengatakan, FT UI akan mendukung penataan Kawasan Heritage Depok dengan menulusuri terlebih dahulu bangunan bersejarah yang ada di Kota Depok.

"Jadi dari FTUI akan mensupport dari penelusuran sejarah yang memang sudah dilakukan dan nanti rencana ke depan untuk ini bisa terealisasi," sebut Hendri.

Baca juga: Bertemu dengan Fakultas Teknik UI, Pemkot Depok Susun Rencana Destinasi Heritage Depok Lama

Hendri berharap proyek Penataan Kawasan Heritage Depok ini bisa mulai dilaksanakan pada 27 April 2022.

"Kami berharap tidak lama lagi, harusnya 27 April 2022 ini sudah ada action nyata setidaknya peletakan batu pertama, syukur-syukur sudah mulai pembangunan," ucapnya.

Hendri menjelaskan, dalam proyek penataan Kawasan Heritage Depok, penataan akan dimulai dari Jalan Pemuda sampai dengan stasiun Depok Lama. Karena memang itu yang didaftarkan Pemkot Depok menjadi daerah cagar budaya.

"Disana akan ada museum, mungkin ada tempat hiburan juga tapi tidak melupakan sejarahnya," ucap Hendri.

Baca juga: Sejarah Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Charatelein di Depok

Melihat rencana Pemkot Depok akan menata Kawasan Heritage Depok, Pemerintah Belanda pun tertarik untuk ikut bekerja sama di bidang penelitian dan pengetahuan kebudayaan.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, mengatakan Pemerintah Belanda akan bekerjasama di bidang penelitian dan knowledge kebudayaan, koneksi orang sini (Depok) dan Belanda. Ada banyak pengetahun di Belanda tentang Depok juga," kata Lambert di kesempatan yang sama.

Lambert menyebutkan, kawasan Depok Lama memiliki daya tarik wisata untuk dikembangkan. Lambert melihat adanya peluang untuk pengembangan kawasan Depok Lama.

Baca juga: Asal Usul 12 Marga dan Kisah Cornelis Chastelein Hibahkan Tanahnya di Depok

"Di Depok Lama, di sini ada Belanda Depok, generasi ke-10 Cornelies Chastelein. Ini istimewa sekali. Jadi melihat ini kami tertarik apa yang terjadi di sini, bagaimana dari pihak wali kota mau melakukan ini. Kami mengucapkan terima kasih," ujar Lambert.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, pengembangan kawasan bersejarah Depok Lama sedang dalam proses penjajakan.

Pemerintah Kota Depok sejauh ini berkoordinasi dengan Universitas Indonesia dan Kedutaan Belanda.

"Tentunya dengan media untuk mengangkat Depok bisa menjadi bagus dan bisa dikenal nah itulah yang sedang kita galakkan," ujar Dadan.

Baca juga: Mengulik Sejarah Bangunan YLCC, Bentuk Perhatian Cornelis Chastelein Kepada 150 Budak

Dadan menyebutkan, kajian-kajian penelitian sedang dilakukan untuk menjadikan kawasan bersejarah Depok Lama sebagai kawasan Cagar Budaya. Kajian tersebut nantinya juga bekerja sama dengan pemerintah pusat.

"Memang tidak mudah mengubah suatu kawasan maka dari itu perlu kita kaji terlebih dahulu dan perlu ada sosialisasi juga ke warga yang ada di kawasan tersebut. Nantinya kita akan kerja sama juga dengan pemerintah pusat," kata Dadan.

Baca juga: Hilangkan Kesan Angker, Pemkot Depok Percantik Jembatan Panus dengan Lampu & Ornamen Instagramable

Selain mengikuti diskusi, dalam kunjungannya ke Depok, Lambert sempat berkunjung ke Gereja Immanuel, Pemakaman Kamboja, dan Jembatan Panus.

Lambert sempat mengabadikan bangunan-bangunan gereja dan segala bentuk tulisan-tulisan Belanda.

Di Pemakaman Kamboja, Lambert sempat melihat bentuk makam-makam orang Belanda dan keturunannya. (dip)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved