Pemkot Depok

Pemkot Buka Kesempatan Pengusaha Danai Revitalisasi Kawasan Depok Lama untuk Cagar Budaya Belanda

Pemkot Depok akan merapihkan kawasan tersebut untuk bisa mewujudkan kawasan Depok Lama sebagai Heritage.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com / Vini Rizki Amelia
Kepala Disporyata Kota Depok Dadan Rustandi saat ditemui seusai berdialog tentang rencana revitalisasi kawasan cagar budaya Depok Lama di Cafe Artivator, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (11/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Pihak Kedutaan Belanda yang langsung diwakili oleh Duta Besar (Dubes) Belanda Lambert Grijns menyambut baik rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membangun cagar budaya Belanda di kawasan Depok Lama.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Wisata (Disporyata) Dadan Rustandi seusai berdialog dalam perencanaan revitalisasi kawasan Depok Lama di Cafe Artivator, Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (11/11/2021).

"Ya dia (Dubes) sih tertarik ya, dia bilang cakep juga nih di Depok bisa seperti ini, tadi juga dia melihat-melihat kawasan sekitar sini," tandas Dadan kepada wartawan di Cafe Artivator, Kamis (11/11/2021).

Dalam perencanaan tersebut, Dadan mengatakan pihaknya menggandeng sejumlah pihak termasuk Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI), termasuk diantaranya Kedutaan Belanda.

Baca juga: Pemkot Depok dan FT UI Akan Lakukan Penataan Kawasan Heritage Depok, Rencana Realisasi 27 April 2022

Di mana nantinya Pemkot Depok akan merapihkan kawasan tersebut untuk bisa mewujudkan kawasan Depok Lama sebagai Heritage.

"Ya nanti kita lihat ya, kalau memang bisa terlaksana kan nantinya akan jadi nostalgianya orang-orang sana (Belanda), dan nantinya juga bisa dijadikan sebagai lokasi wisata," akunya.

Selain itu, Pemkot Depok juga membuka peluang bagi para stakeholder dalam proses pembiayaan.

Baca juga: Sejarah Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Charatelein di Depok

Termasuk diantaranya kemungkinan adanya perusahaan atau pihak lain yang ingin membiayai anggaran dalam membangun cagar budaya negeri Kincir Angin ini.

"Ya kalau misalnya nanti ada seperti itu kan artinya kita bisa saja tidak menggunakan anggaran APBD," paparnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved