Penelitian UI

Mahasiswa FT UI Depok Temukan Sistem Pengolahan Sampah Medis Hanya dengan Menggunakan Handphone

Ditemukan sistem pengolahan sampah hanya dengan menggunakan handphone. Sistem tersebut ditemukan mahasiswa Fakultas Teknik UI Depok.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Mahasiswa FT UI Depok Temukan Sistem Pengolahan Sampah Medis Hanya dengan Menggunakan Handphone. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Mahasiswa FT UI Depok temukan sistem Pengolahan Sampah Medis Hanya dengan menggunakan handphone.

Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi permasalahan lingkungan yang belum terselesaikan sampai saat ini.

Baca juga: UI Depok Terus Berkomitmen Menjadi Kampus Bertaraf Internasional dan Tetap Jalankan Pengabdian

Permasalahan terutama terjadi pada banyaknya sampah plastik yang tersebar di masyarakat.

Bahkan, menurut data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia dan Badan Pusat Statistik pada tahun 2019, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Baca juga: UI Depok Gandeng BPKP untuk Wujudkan Entrepreneurial University yang Ditunjang oleh Smart Campus

Tidak hanya sebatas pada permasalahan sampah plastik, sampah medis seperti bekas obat-obatan dan alat-alat medis pun saat ini menjadi masalah baru di Indonesia.

Mengingat kondisi pandemi yang terjadi saat ini, tidak mengherankan kemudian terjadi peningkatan jumlah sampah medis yang terbuang di masyarakat.

Mengutip data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga 15 Oktober 2020 tercatat sebanyak 1.662,75 ton sampah medis terbuang baik di wilayah air maupun darat nusantara.

Limbah medis yang dihasilkan dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Baca juga: UI Depok Menuju Entrepreneurial University Butuh Sinergitas Seluruh Civitas Akademika

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi sampah tersebut, Juan Fidel Ferdani, mahasiswa Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (FTUI) angkatan 2019, membuat dua gagasan sistem pengolahan sampah berbasis teknologi.

Kedua gagasan itu adalah Smart Medical Waste Management (SMW) dan konsep toko isi ulang, Eco-Refill Store.

Baca juga: UI Depok Persiapkan Bus Listrik Baru dengan Nama UI-MAB E-Bus, Tahun 2023 Ditargetkan Rampung

SMW adalah suatu sistem pengelolaan sampah medis berbasis Internet of Things yang terintegrasi dengan gawai untuk mengoptimalkan manajemen sampah limbah medis di fasyankes.

Dengan adanya SMW, fasyankes dapat mendeteksi bila keberadaan sampah medis dianggap sudah melebihi batas, sehingga petugas pengangkut dapat segera memproses pengangkutan limbah secara efektif dan efisien, tidak harus menunggu sampai menumpuk.

Baca juga: PPKM di Depok Sudah Level 2, Wakil Wali Kota Sebut Ada 20 Kelurahan yang Nol Kasus Covid-19

SMW yang diusulkan oleh Juan terdiri dari dua hal, yaitu portable medical waste container (tempat sampah medis portabel) dan aplikasi pemantauan berbasis Android.

Tempat sampah ini adalah tempat sampah modifikasi yang sudah dilengkapi dengan sejumlah perangkat keras termasuk sensor ultrasonic yang mampu mendeteksi adanya lokasi dan perubahan ketinggian volume sampah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved