Berita Universitas Indonesia

Aksi Anarkis Warnai Unjuk Rasa di Seluruh Indonesia, UI Minta Masyarakat Tenang dan Menahan Diri

Universitas Indonesia mengeluarkan pernyataan sikap tentang aksi massa dan perkembangan politik mutakhir ini.

|
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy
DEMO MAHASISWA UI - Rektor UI, Heri Hermansyah menyampaikan pesan ke mahasiswa yang hendak berangkat demo ke Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Tindakan anarkis mewarnai aksi unjuk rasa di berbagai kota di Indonesia pada 25-30 Agustus 2025.

Aksi anarkis tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga kota-kota lain, seperti Surabaya, Bandung, Makassar, hingga Medan.

Selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari masyarakat, aksi unjuk rasa ini membuat sejumlah fasilitas publik hancur.

Terkait hal itu, Universitas Indonesia mengeluarkan pernyataan sikap tentang aksi massa dan perkembangan politik mutakhir ini.

Baca juga: Mahasiswa UI Demo ke Polda Metro Jaya, Sudah Ditunggu Anggota Brimob

Berikut pernyataan sikap sivitas akademika Universitas Indonesia yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah.

1. Mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia bisa tenang dan menahan diri. 

2. Meminta seluruh lapisan masyarakat agar bisa menyampaikan aspirasinya dengan baik serta mencegah terjadinya penjarahan dan perusakan fasilitas publik yang dapat merugikan masyarakat, bangsa, dan negara.

3. Meminta tindakan tegas dan penegakan hukum yang dilaksanakan tanpa tebang pilih untuk mengembalikan kepercayaan publik. 

4. Adanya kebijakan ekonomi pro-rakyat yang menyejahterakan dan mengurangi beban hidup masyarakat.

5. Menjaga persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa dari perpecahan.

Baca juga: Mahasiswa UI Demo ke Polda Metro Jaya, Tuntut Kapolri dan Kapolda Tanggung Jawab

Sebagai informasi, demonstrasi ini awalnya merupakan luapan kekecewaan masyarakat terhadap kenaikan tunjangan para anggota DPR. 

Namun aksi unjuk rasa meluas menjadi kemarahan terhadap kepolisian dengan membakar sejumlah kantor polisi, kantor DPRD dan fasilitas transportasi publik. 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved