Berita Nasional
LPEI Defisit Rp 4,7 Triliun Tahun 2019, Faisal Basri Sebut Wajar, Berikut Alasannya
LPEI Defisit Rp 4,7 Triliun Tahun 2019, Faisal Basri Sebut Wajar, Berikut Alasannya
Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Defisit yang dialami Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia EximBank hingga sebesar Rp 4,7 triliun pada tahun 2019 disoroti banyak pihak.
Tidak terkecuali Ekonom Senior Faisal Basri.
Terkait hal tersebut, Faisal Basri mencoba meluruskan.
Dirinya memaparkan terdapat beragam bentuk badan usaha dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Di antaranya, Persero, Perusahaan Umum (Perum), Lembaga dan lainnya.
Sehingga, pengelolaan usaha dalam BUMN tersebut dijelaskan Faisal Basri pun beragam.
"BUMN itu ada macam-macam, ada PT (Persero), ada Perum juga ada lembaga, seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)," ungkap pria bernama lengkap Faisal Batubara itu.
Baca juga: Penanganan Covid-19 Jadi Kunci Kepulihan Parekraf, Sandiaga Uno Ingatkan Pentingnya CHSE & Prokes
Baca juga: Dibisukan Dua Kali Dalam Seminar Virtual, Sandiaga Uno: Ini Jadi Tantangan Kita Dalam Adaptasi Baru
Perbedaan pengelolaan usaha ditegaskannya merujuk orientasi bisnis.
Seperti LPEI yang dipaparkannya tidak berorientasi mencari keuntungan, tetapi lebih kepada pembiayaan guna mendorong ekpor nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Faisal-Basri.jpg)