Bisnis
Jelang Promo Besar 10.10 di Toko Online, Pakar IPB University Ingatkan Jebakan Promo
Toko-toko online menawarkan diskon besar-besaran dan flash sale yang menggoda konsumen untuk berbelanja pada 10 Oktober 2025.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Toko-toko online menawarkan diskon besar-besaran dan flash sale yang menggoda konsumen untuk berbelanja pada 10 Oktober 2025.
Menjelang momen Promo Besar 10.10 ini, Guru Besar Ilmu Konsumen IPB University, Prof Ujang Sumarwan, mengingatkan pentingnya literasi konsumen agar tidak terjebak perilaku belanja impulsif.
Prof Ujang menegaskan bahwa ilmu konsumen berperan besar dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: ShopeeVIP: Cara Pintar Belanja Online Jaman Now
“Yang berkepentingan memahami perilaku konsumen itu bukan hanya produsen atau perusahaan, tapi konsumen sendiri agar tidak terjebak mengambil keputusan yang merugikan dirinya,” kata Prof Ujang dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (7/10/2025)
Menurutnya, saat ini banyak orang terjebak karena gagal membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
“Kalau konsumen tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sementara daya beli terbatas, maka akan merugikan. Banyak orang terjebak mengikuti keinginan, bukan kebutuhan,” papar Prof Ujang.
Fenomena impulsive buying atau belanja tanpa rencana yang meningkat saat musim promo juga menjadi sorotannya. Diskon dan promosi kerap memicu konsumen membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
“Sering kali kita pergi ke toko tanpa rencana belanja, tapi karena lihat diskon jadi membeli. Itu contoh unplanned shopping,” tambah Prof Ujang.
Lebih lanjut, Prof Ujang mengingatkan agar konsumen berhati-hati dengan praktik bisnis tidak etis maupun penipuan yang marak di era digital. Ia membagikan prinsip yang perlu dipegang konsumen: teliti sebelum membeli, teliti saat membeli, dan teliti setelah membeli.
“Sejak tahun 1993 sudah ada modus penipuan. Sampai sekarang tetap ada, hanya medianya yang berubah. Kini banyak penipuan melalui telepon, media sosial, hingga aplikasi pesan. Karena itu, konsumen harus meningkatkan literasi digital,” jelasnya.
Prof Ujang memberikan sejumlah kiat agar konsumen lebih bijak: lakukan riset sebelum membeli, gunakan situs/toko resmi (official store), baca ulasan dan bertanya pada orang yang berpengalaman, waspadai harga tak masuk akal, dan jangan terburu-buru mengambil keputusan.
Selain peran konsumen, Prof Ujang menekankan pentingnya perlindungan dari pihak perusahaan dan pemerintah.
“Kalau perusahaan gegabah, konsumen yang dirugikan bisa komplain bahkan ke media sosial, yang justru merusak citra perusahaan. Pemerintah juga hadir lewat regulasi, misalnya OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), untuk melindungi konsumen,” terangnya.
Prof Ujang berpesan agar konsumen selalu bijak dalam berbelanja.
“Ketika melihat barang menarik, tanyakan dulu pada diri sendiri: ini kebutuhan atau hanya keinginan? Hindari membeli secara kredit untuk konsumsi, kecuali untuk hal produktif seperti rumah atau kendaraan. Dan jangan mudah percaya penawaran di media sosial yang tidak jelas,” pesannya.
Dengan memahami ilmu konsumen, menurut Prof Ujang, masyarakat dapat lebih cerdas dalam membuat keputusan, terhindar dari jebakan pemasaran, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan diri. (*)
| Dari Obrolan Warung Kopi hingga Jadi Bos Bengkel Ternama: Mimpi yang Dirajut dengan Nyali |
|
|---|
| Resmi Dibuka, Trade Expo Indonesia 2025 Tampilkan Produk Pangan, Manufaktur hingga Gaya Hidup |
|
|---|
| 1.619 Peserta dan 8.045 Buyer dari 130 Negara Ikuti Trade Expo Indonesia 2025 |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Toko Sepatu dengan Kualitas Bagus di Margonda Depok |
|
|---|
| MK Tetapkan Pasal 251 KUHD Inkonstitusional Bersyarat, Ini Dampaknya Terhadap Industri Asuransi Jiwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/belanja-online-shopping-2306.jpg)