Senin, 1 Juni 2026

Pendidikan

Murid Sekolah PGRI di Kabupaten Bogor Menurun Imbas Kebijakan Rombel 50 Dedi Mulyadi

Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi, mengatakan ada satu sekolah PGRI yang mengalami penurunan jumlah siswa pada tahun ajaran 2025/2026 ini.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
ROMBEL 50 - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu sekolah di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menaikkan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) dari 36 orang menjadi 50 orang di tingkat SMA/SMK berdampak pada sekolah swasta.

Sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Bogor mengalami penurunan jumlah siswa baru pada tahun ajaran 2035/2026 ini.

Salah satunya sekolah milik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor.

Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi, mengatakan ada satu sekolah PGRI yang mengalami penurunan jumlah siswa pada tahun ajaran 2025/2026 ini.

"Saya dapat laporan ada satu SMK PGRI yang mengalami penurunan jumlah siswa tahun ini," kata Amsohi kepada wartawan, Selasa (29/7/2025).

Baca juga: Praktisi Pendidikan Kritik Kebijakan Rombel 50 Siswa ala KDM, Hambat Interaksi Guru ke Murid

Amsohi menambahkan penurunan jumlah siswa pada pelaksanaan SPMB (Sistem Penerimaan Siswa Baru) tahun ini cukup signifikan.

"Penurunanya bisa mencapai 1 rombel sekira 30 orang. Kalau biasanya ada 11 rombel penerimaan siswa, sekarang hanya 10 rombel,” ungkapnya.

Dia berharap program rombel 50 ini dievaluasi lagi agar tidak merugikan sekolah swasta.

"Kalau memang program ini disukai masyarakat, tidak masalah dilanjutkan. Namun dampak terhadap sekolah swasta tetap harus dicarikan solusinya," tutur Amsohi.

Baca juga: Guru SMA Negeri 2 Cibinong Sebut Kebijakan Rombel 50 Dedi Mulyadi Bikin Siswa Jadi Tidak Nyaman

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengakui menerima banyak kritik dari sekolah swasta terkait kebijakan rombel 50 ini.

Meski demikian, pria yang biasa disapa KDM ini tidak bergeming.

Menurutnya, penurunan jumlah siswa di sekolah swasta tersebut dikarenakan oleh kualitas sekolah yang kurang bagus.

“Sekolah swasta yang mengalami penurunan adalah sekolah swasta yang mengalami tren menurun. Misalnya  dulu 30 siswa, sekarang menjadi 20 siswanya," kata Dedi saat ditemui usai peluncuran Koperasi Merah Putih di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/7/2025). 

KDM mengaku mempunyai data 5 tahun terakhir tentang sekolah yang menurun peminatnya.

"Itu berarti kualitas sekolahnya yang kurang diminati,” paparnya.

Menurutnya, kebijakan rombel 50 itu dibuat untuk mencegah protes dari para orang tua yang sering terjadi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Kalau saya tidak buat kebijakan ini, bakal ribut nanti karena banyak anak-anak tidak masuk ke sekolah negeri. Sementara untuk masuk ke sekolah lain biayanya mahal," tandas KDM.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved