Senin, 8 Juni 2026

Berita Bekasi

Puluhan Orangtua Murid Diduga Ditipu Pengelola Sekolah Mewah di Bekasi

Silvia mengungkapkan  sejumlah keluhanan yang dialaminya ketika menyekolahkan anaknya di sekolah yang belum sampai 10 tahun beroperasi tersebut.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: murtopo
TribunBekasi/RendyRutamaPutra
DUGAAN SEKOLAH BODONG - Puluhan orangtua murid diduga mengalami tindakan penipuan oleh sekolah swasta di Jalan Baru Perjuangan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Sabtu (14/6/2025). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra) 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI UTARA - Puluhan orangtua murid keluhkan adanya dugaan penipuan yang dilakukan pengelola sebuah sekolah swasta di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Minggu (15/6/2025).

Seorang orangtua murid, Silvia Legina (30) mengatakan para orangtua murid berkumpul untuk mencari solusi terkait dugaan penipuan tersebut termasuk bertemu dengan pihak sekolah pada Sabtu (16/6/2025).

Namun setelah menunggu selama enam jam mereka tidak kunjung mendapat kepastian dan kejelasan.

"Jadwalnya itu pertemuan orangtua murid atas keputusan rapat pihak sekolah dan yayasan dan lawyer, tapi tidak ada titik temu sampai malam ini dari 14.30 WIB," kata Silvia, Minggu (15/6/2025).

Baca juga: Sekolah Jenjang SD dan SMP Wajib Gratis Termasuk Sekolah Swasta

Silvia mengungkapkan  sejumlah keluhanan yang dialaminya ketika menyekolahkan anaknya di sekolah yang belum sampai 10 tahun beroperasi tersebut.

Di antaranya mengenai sistem pembelajaran yang ketika mendaftar dijanjikan oleh pihak sekolah perihal kurikulum Cambridge.

Namun berdasarkan pengakuan Silvia selama anaknya mengenyam pendidikan di sekolah itu tidak pernah mendapatkan penerapan pembelajaran kurikulum yang dimaksud.

"Kami dijanjikan dari pihak sekolah kurikulum Cambridge, tapi ternyata bukan berbasis Cambridge, dan alasannya kalau ini hanya berbasis Cambridge bukan kurikulum Cambridge, jadi Cambridge itu tidak kami dapatkan atau tidak sesuai dengan materinya," paparan pertamanya.

Silvia melanjutkan dirinya sebagai orangtua ingin anaknya dilatih untuk fasih berbahasa inggris dan memahami ilmu agama sesuai metode pembelajaran yang sebelumnya diakuinya sempat disampaikan pihak sekolah akan memfasilitasi.

Namun kenyataan menurutnya metode itu justru tidak juga diterapkan.

Baca juga: Pemkot Depok Masih Belum Berani Putuskan Soal Sekolah Swasta Gratis

"Kami harapan sebagai orangtua pengennya anak kami ini agamanya bisa terus bahasa Inggrisnya juga bisa, ternyata tidak sesuai juga karena anak kami di sini diajarinnya pakai bahasa Indonesia full, lalu dari agamanya pun pelajarannya juga kurang tidak ada hafalan (surah Al Quran)," paparan keduanya.

Kemudian Silvia mengatakan bahwa sekolah tersebut diduga tidak ada izin dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk menggelar sistem pembelajaran tingkat Playgroup, SD, dan anak inklusi.

Bahkan kata Silvia, Disdik Kota Bekasi sempat diusir alias tidak diperkenankan berkomunikasi dengan pihak sekolah.

"Disdik itu sudah pernah datang ke sini (Sekolah) udah tiga kali tapi diusir oleh pihak sekolah, tapi saya kurang tahu kenapa, makanya sekolah ini itu tidak pernah akreditasi, dan untuk menerbitkan izin Cambridge itu harus terakreditasi terlebih dahulu," paparan ketiga.

Sumber: Tribun bekasi
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved