Opini
Media Sosial dan Perilaku Pengguna di Indonesia
Perubahan fundamental dalam cara masyarakat Indonesia mengakses informasi dan berinteraksi dengan media.
Interaktivitas adalah kemampuan media untuk merespons tindakan pengguna, sedangkan navigabilitas adalah kemudahan pengguna dalam menjelajahi konten.
Jika kita mengambil contoh media sosial Tiktok, maka unsur modalitas dalam aplikasi TikTok adalah video berdurasi pendek yang menarik perhatian pengguna dan memicu respons heurisik yang kuat, terutama karena otak manusia cenderung lebih cepat dan efisien dalam memproses informasi visual (Ariana et al., 2024).
Unsur Agensi TikTok memberikan pengguna kontrol penuh untuk konten yang ingin dilihat dan bagaimana mereka berinteraksi dengan aplikasi, yang meningkatkan rasa keterlibatan dan kepuasan.
Unsur Interaktivitas dalam TikTok yang memfasilitasi interaksi antara pengguna melalui komentar, likes, dan berbagi konten menciptakan pengalaman sosial yang dinamis dan memuaskan, memicu rasa kebersamaan dan validasi sosial.
Unsur Navigabilitas yang mudah dan intuitif dalam aplikasi TikTok memungkinkan pengguna untuk dengan cepat menemukan konten yang relevan dan menarik bagi mereka, yang meningkatkan efisiensi dan kepuasan pengguna.
Keempat faktor tersebut saling berinteraksi dan memengaruhi pengguna memproses informasi dan berperilaku di platform media sosial seperti TikTok.
Tugas akhir Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) GNFI Batch 7 melakukan survei dengan topik Pola Pencarian Informasi Berita di Era Digital oleh Anak Muda Tahun 2024, survei ini memperlihatkan bahwa modalitas format berita media sosial yaitu video pendek merupakan peringkat nomor dua format berita yang disukai anak muda.
Lalu dengan mempertimbangkan unsur Modalitas, Agensi, Navigabilitas dan Interaktivitas (MAIN) pada media sosial, tidak mengherankan jika media sosial masuk kedalam kriteria tempat anak muda mencari berita karena media sosial memiliki dua hal yang merupakan keunggulan dari berita digital, yaitu informasi yang cepat dan up-to-date serta mudah diakses dari mana saja dan kapan saja (Rahmawati, 2024).
Karakteristik ini yang membuat media sosial terlihat kredibel sebagai sumber berita walaupun kredibilitas berita yang ada di media sosial dapat sepenuhnya dipercaya.
Hal ini sejalan dengan hasil survei Litbang Kompas dengan topik sumber informasi dalam negeri mana yang dipercaya masyarakat Indonesia dengan hasil terbesar sebesar 38,2 persen responden masih mempercayai media main stream, seperti televisi, media cetak, media daring, maupun akun media sosial dari media massa.
Berikutnya 20,3 persen responden mendengarkan informasi dari kerabat, teman, dan sekitarnya.
Selanjutnya 17,3 persen mendengarkan informasi instansi pemerintah, dan hanya 5,8 persen yang bersandar pada informasi dari influencer media sosial (Muhamad, 2024).
Konsep lain yang bisa menjelaskan mengapa mendia sosial mengkonsumsi banyak waktu masyarakat Indonesia adalah konsep enjoyment atau hiburan pada media entertainment.
Teori Mood Management Theory (MMT) oleh Zilman menjelaskan bagaimana individu cenderung mencari media yang dapat membuat suasana hati lebih positif dan mengurangi suasana hati negatif.
Media sosial menawarkan berbagai konten hiburan, seperti video lucu, meme, dan cerita menarik, yang dapat membantu pengguna merasa lebih baik dan mengurangi stres.
Vorderer et al., (2004) juga memberikan tiga motivasi mengapa sesorang mencari hiburan, dua dari tiga motivasi tersebut bisa memotivasi seseorang untuk mencari hiburan di media sosial yaitu: escapism (pelarian dari kehidupan nyata) dan mood management (pengaturan suasana hati).
Sejalan dengan Vorderer et al. (2004), Paasonen (2016) menuliskan bahwa penggunaan media sosial merupakan salah satu bentuk distraksi ataupun pelarian dari kehidupan nyata yang memiliki nilai karena dapat memberikan hiburan dan kesenangan.
| Pendidikan Bukan Panggung Gimik, Ini Bahaya Rombel 50 Siswa ala Jawa Barat |
|
|---|
| Mengenal Kanker Payudara Metastasis, Begini Penjelasan Medis Dokter Andhika Rachman |
|
|---|
| Tantangan Penerapan Artificial Intelligence dalam Praktik Keperawatan |
|
|---|
| Policy Brief Peningkatan Sumber Daya Manusia di IGD: Strategi untuk Mengatasi Krisis Kesehatan |
|
|---|
| Strategi Peningkatan Efisiensi Penggunaan Kamar Operasi dalam Menanggulangi Antrean Pasien |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Alfrida-UI.jpg)