Kriminalitas
Diduga Penyalur Kerja Bodong Beraksi di Bekasi, Minta Uang Jutaan Rupiah untuk Jaminan Dapat Kerja
Seperti diketahui, dugaan aktivitas penyalur kerja bodong tersebut viral melalui unggahan video yang diunggah di sejumlah akun Sosial Media (Sosmed).
Penulis: Rendy Rutama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI TIMUR - Sebuah ruko di Komplek Plaza Bekasi Jaya, Jalan Insinyur H Juanda Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi diduga menjadi tempat aktivitas penyaluran kerja bodong atau ilegal.
Seperti diketahui, dugaan aktivitas penyalur kerja bodong tersebut viral melalui unggahan video yang diunggah di sejumlah akun Sosial Media (Sosmed).
Berdasarkan video yang diterima Tribun Bekasi pada Senin (28/4/2025), aktivitas tersebut diduga dilakukan di Komplek Plaza Bekasi Jaya, Jalan Insinyur H Juanda.
"Hari ini gue ditipu lowongan pekerjaan bodong di depan Transmart Bekasi masuk ke ruko-ruko," ucap diduga seorang wanita dalam video.
Baca juga: Turunkan Angka Pengangguran, Ini Upaya Dinas Tenaga Kerja Kota Depok
Seorang diduga wanita dalam video itu menjelaskan kalau dirinya ditipu hingga mengakibatkan kerugian materil.
"Anjir gua ditipu Rp 600 ribu lewat di belakang Richeese C14, buat kalian jangan mau ke sini, masuk ruko-ruko pokoknya rupanya ada di belakang sana," jelas wanita tersebut.
Sementara menurut seorang warga sekitar, Aris (62) ia tidak mengetahui secara pasti apakah benar adanya dugaan penyaluran tenaga kerja bodong di lokasi tersebut atau tidak.
Namun ia memastikan tempat tersebut merupakan tempat penyalur tenaga kerja.
Baca juga: Ratusan Warga Melamar Kerja Jadi PPSU dan Damkar di Balai Kota DKI Jakarta
"Kegiatan (Ruko) itu memang menerima lamaran kerja dijamin masuk, kalau yang saya tanya itu ada dua orang (Peminat) dari ruko itu dikenakan biaya katanya," kata Aris di lokasi ruko, Senin (28/4/2025).
Aris menjelaskan biaya yang perlu dikeluarkan peminat untuk pelayanan jasa itu mencapai Rp 1,5 juta per orang.
Kemudian untuk per satu hari, tercatat ada lebih kurang lima orang peminat yang kerap mendatangi ruko tersebut diduga untuk meminta disalurkan pekerjaan.
Baca juga: Disiapkan Kerja di Mancanegara, Masa Studi SMK Akan Dirancang Jadi 4 Tahun
"Dua orang waktu itu saya tanya katanya dikenakan biaya, biayanya itu saya tanya dua kali, pertama dia bayar Rp 800 ribu, panggilan kedua Rp 1,5 juta dijamin langsung masuk tapi kurang tahu lanjutannya," jelasnya.
Pantauan Tribun Bekasi di lokasi pada Senin (28/4/2025), ruko tersebut saat ini dalam kondisi tertutup rolling door dan digembok.
Kemudian jendela di lantai dua ruko terlihat terbuka, hanya saja tidak ada aktivitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Lokasi-diduga-tempat-penyalur-kerja-bodong-di-kawasan-Duren-Jaya.jpg)