Pendidikan
Disiapkan Kerja di Mancanegara, Masa Studi SMK Akan Dirancang Jadi 4 Tahun
Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah berharap terobosan ini dapat menjadi solusi bagi banyaknya lulusan SMK yang belum memiliki persiapan kerja.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran membuat terobosan agar lulusan dari SMK bisa siap bekerja di mancanegara.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan agar bisa siap kerja, Kemendikdasmen dan Kementerian Perlindungan tenaga MIgran berencana menambah masa studi sekolah menengah kejuruan (SMK) di beberapa sekolah dari 3 tahun menjadi 4 tahun.
Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah berharap terobosan ini dapat menjadi solusi bagi banyaknya lulusan SMK yang belum memiliki persiapan kerja.
Abdul Mu'ti mengatakan, masa studi pelajar SMK yang semula tiga tahun akan ditambah satu tahun untuk mempersiapkan keterampilan sebelum bekerja hingga lingkup mancanegara.
Baca juga: 60 Persen Pengangguran di Kota Depok Lulusan SMK/SMA, Kurikulum Dinilai Tak Berorientasi Pasar Kerja
"Akan ada beberapa SMK yang nanti kami rancang untuk masa studinya bukan 3 tahun, tetapi 4 tahun. Satu tahun terakhir adalah persiapan untuk mereka bisa bekerja di mancanegara," ujar Mu'ti dalam agenda penandatangan MoU di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025).
Kata Mu'ti banyaknya lulusan SMK yang sebenarnya mereka berminat bekerja di mancanegara, tetapi tidak memiliki cukup persiapan untuk dapat berangkat dan bekerja di berbagai negara.
Mu'ti menuturkan, Kemendikdasmen, BP2MI, dan Kemenaker akan memastikan rancangan ini dapat teralisasi sesegera mungkin.
Dalam kesempatan yang sama, Menaker Yassierli mengatakan, perpanjangan satu tahun masa studi ini bisa dilakukan setelah lulus.
Baca juga: Lewat Balai Latihan Kerja, Supian-Chandra Siap Mengentaskan Pengangguran di Depok
"Ada pola perpanjangan itu tadi satu tahun, tapi sebenarnya juga bisa sifatnya sesudah lulus kemudian upgrading, upskill-nya itu dilakukan di balai vokasi atau balai latihan kerja," kata dia.
Yassierli mengatakan, pemerintah bakal menyediakan kompetensi dalam berbagai bidang keahlian yang beragam.
"Kami berharap pengangguran lulusan SMK yang ada sebesar 4 juta itu ke depan makin menurun," kata dia.
Baca juga: Pabrik Banyak Tapi Angka Pengangguran Tinggi, Begini Janji Jaro Ade Jika Terpilih di Pilkada 2024
3 Juta Pengguran Lulusan SMA dan SMK
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menuturkan, data dari Badan Pusat Statistik mengungkapkan ada 3 juta pengangguran lulusan SMA dan SMK di Indonesia.
"Kalau kita lihat pengangguran sekarang itu 7,5 juta, sekitar 3 juta adalah lulusan SMA dan SMK. Lulusan SMP 2,5 juta, ini (data) dari BPS," kata Yassierli di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025).
Yassierli mengatakan, tugas pemerintah sekarang adalah membuat kajian atau tema yang disebut School to Work Transition.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Siswa-SMK-PIKA.jpg)