Sabtu, 18 April 2026

Liputan Khusus

Indocement Siap Tampung Bahan Bakar RDF Hasil Olahan Sampah dari TPPAS Lulut Nambo

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, siap menampung bahan bakar RDF ((Refuse Derived Fuel) yang dihasilkan TPPAS Regional Lulut Nambo.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
TPPAS NAMBO - Sekda Jawa Barat Herman Suryatman (kiri), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono (tengah) dan Direktur Utama Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya (kanan) sedang berdiskusi saat mengunjungi TPPAS Lulut Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (23/4/2025). 

Salah satu pemasok AF Indocement adalah TPST Bantargebang yang mampu mengirimkan 450–500 ton RDF setiap hari.

Demikian pula di Kompleks Pabrik Cirebon, Indocement memiliki fasilitas pengolahan bahan bakar alternatif untuk menampung sekam padi, bonggol jagung, dan RDF dengan kapasitas mencapai 1.300 ton per hari.

"Saat ini Indocement masih kekurangan pasokan sekitar 500 ton per hari," ucap Christian.

Sementara Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan TPPAS Lulut Nambo hingga kini belum bisa beroperasi secara optimal.

"Kami punya aset yang luar biasa yaitu TPPAS Lulut Nambo. Namun hingga kini belum bisa beroperasi secara optimal," bebernya.

Baca juga: Operasional TPPAS Nambo Ditolak, Anggota DPRD Jabar Minta Pemprov Jabar & Pemkab Bogor Cari Solusi

Menurutnya, TPPAS Lulut Nambo bisa menampung hingga 2.300 ton sampah per hari. Namun faktanya hari ini baru 50 ton yang bisa ditampung.

"Dari total kapasitas itu (2.300 ton-Red), sampah yang bisa diolah jadi RDF kurang lebih 800 ton," tutur Herman. 

Karena itu, Pemptov Jawa Barat membutuhkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Indocement agar bisa meningkatkan kapasitas pengolahan sampah serta mendapatkan mitra usaha yang potensial.

"Kami harap Lulut Nambo bisa menjadi TPPAS terbaik dan menjadi solusi penanganan sampah di Bogor-Depok dan sekitarnya yang setiap hari mwnghasilkan lebih dari 2000 ton sampah," imbuhnya.

Herman menegaskan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sangat peduli dengan masalah sampah dan TPPAS Lulut Nambo menjadi salah satu solusinya.

"Untuk warga Depok-Bogor, Pak Gubernur Dedi sangat peduli dengan masalah pengolahan sampah. Mudah-mudahan TPPAS Nambo bisa kita tingkatkan kapasitasnya dari 50 ton jadi 2.300 ton per hari," tandas Herman.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved