Minggu, 7 Juni 2026

Kriminalitas

Pukul Kepala Wartawan Antara, Ajudan Kapolri Minta Maaf, Kompolnas: Tetap Harus Disanksi

Pukul Kepala Wartawan Antara, Ajudan Kapolri Ipda Endry Minta Maaf, Kompolnas: Tetap Harus Disanksi

Tayang:
Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsBengkulu.com
PUKUL KEPALA WARTAWAN - Ajudan Kapolri Ipda Endry Purwa Sefa mendatangi Kantor Berita Antara untuk meminta maaf usai memukul kepala wartawan foto Antara, Makna Zaezar. 

 

Ipda Endri Purwa Sefa melakukan pemukulan dan intimidasi terhadap jurnalis kantor berita Antara, Makna Zaezar.

Tidak hanya itu, Ipda Endri juga mengancam sejumlah wartawan yang berada di Stasiun Tawang, Semarang saat itu.

Pada Minggu (6/4/2025), Endry datang langsung ke Kantor ANTARA Semarang untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada korban.

Ia mengakui tindakannya tidak mencerminkan sikap profesional dan humanis sebagai anggota Polri.

"Kami dari tim pengamanan protokoler memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi di Stasiun Tawang kepada rekan-rekan media. Semoga ke depan kami bisa lebih profesional dan dewasa," ujar Endry dalam pernyataan kepada wartawan.

Menanggapi permintaan maaf Endry, Makna Zaezar mengaku menerima permintaan maaf tersebut. 

Meski menerima permintaan maaf tersebut, Makna Zaezar tetap berharap ada tindak lanjut dari pihak kepolisian terkait insiden yang melanggar kebebasan pers.

Bahkan, penyelidikan tetap berjalan dan jika terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.

"Kita dari kepolisian akan menyelidiki insiden ini, dan apabila ditemukan pelanggaran, kami tidak segan untuk memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Senin (7/4/2025) dikutip dari Tribunnews Bogor. 

Reaksi Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bereaksi usai mengetahui ajudannya diduga memukul dan mengancam jurnalis saat kunjungan di Semarang, Jawa Tengah. 

Secara pribadi, Listyo meminta maaf dan menyesal atas perbuatan anak buahnya itu. Listyo juga mengaku tidak mengetahui peristiwa pemukulan tersebut dan baru mengetahuinya di media usai kunjungan di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025).  

"Secara pribadi saya minta maaf terhadap insiden yang terjadi dan membuat tidak nyaman rekan-rekan media," ujar Listyo seperti dimuat Tribunnews.com Senin (7/4/2025). 

Atas kejadian ini, Kapolri secara pribadi akan mengecek terlebih dahulu siapa ajudannya yang diduga melakukan pemukulan dan pengancaman tersebut.

Sebab, Kapolri mengaku baru mengetahui insiden pemukulan itu melalui pemberitaan saja.

Kendati demikian, Kapolri berjanji akan menelusuri pelaku yang melakukan pemukulan dan pengancaman tersebut.

Apalagi, kata Kapolri, hubungan pihak kepolisian dengan media juga sangat baik.

"Namun, kalau benar itu terjadi, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena hubungan kami dengan teman-teman media sangat baik."

"Segera saya telusuri dan tindaklanjuti," imbuh dia.

Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, juga meminta maaf atas insiden pemukulan dan pengancaman terhadap jurnalis di Kota Semarang itu.

Untuk sekarang ini, pihaknya sedang menggali informasi dan penyelidikan atas insiden itu.

Jika ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada oknum polisi yang dimaksud.

"Kami sangat menyesalkan jika memang insiden tersebut terjadi. Itu seharusnya bisa dihindari."

Sementara itu, anggota polisi yang menjadi Tim Pengamanan Protokoler Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ipda Endry Purwa Sefa meminta maaf.

Ipda Endry kini telah meminta maaf secara terbuka dengan mendatangi langsung di Kantor ANTARA Semarang, pada Minggu (6/4/2025) malam.

 

 

Sumber: Warta Kota
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved