Kriminalitas
Pukul Kepala Wartawan Antara, Ajudan Kapolri Minta Maaf, Kompolnas: Tetap Harus Disanksi
Pukul Kepala Wartawan Antara, Ajudan Kapolri Ipda Endry Minta Maaf, Kompolnas: Tetap Harus Disanksi
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Institusi Polri tercoreng oleh ulah ajudan Kapolri Ipda Endry Purwa Sefa.
Ipda Endry yang merupakan anggota Tim Pengamanan Protokoler Kapolri melakukan pemukulan yang mengenai kepala wartawan foto Kantor Berita Antara, Makna Zaezar.
Peristiwa itu terjadi saat para jurnalis tengah meliput kegiatan Kapolri yang meninjau arus balik Lebaran 2025 di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Sabtu (5/4/2025) sore
Usai melakukan pemukulan, Ipda Endry pun datang langsung ke kantor Berita Antara dan meminta maaf kepada Makna Zaezar.
Baca juga: Ajudan Kapolri Pukul hingga Ancam Jurnalis di Stasiun Tawang, Polri Tak akan Segan Jatuhkan Sanksi
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam pun angkat bicara soal pemukulan dan permintaan maaf Ipda .
Choirul Anam menyatakan bahwa permintaan maaf Ipda Endry tersebut elah menunjukkan kesiapan untuk menerima konsekuensi dari tindakannya.
"Kami menyesalkan kenapa peristiwa itu kok terjadi, padahal jelas-jelas misalnya dalam konteks yang lebih luas termasuk juga Pak Kapolri itu meletakkan teman-teman jurnalis bagian penting dalam bangunan menuju polisi yang lebih presisi dan lebih humanis," ujarnya, dikutip Selasa (8/4/2025).
Baca juga: Kapolri Tetapkan Status Gugur dan Berikan Anumerta Ke Tiga Polisi yang Ditembak Oknum TNI di Lampung
Choirul Anam juga mendorong Polda Jawa Tengah untuk menindaklanjuti kasus ini dengan proporsional dan maksimal.
"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi oleh siapa pun dan kepada siapa pun. Jurnalis dan media merupakan bagian penting dalam negara hukum dan demokrasi," pungkasnya.
Menyesal
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyesalkan insiden kekerasan jurnalis di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Brigjen Trunoyuda menyebutkan bahwa seharusnya ada SOP yang mestinya bisa dijalankan tanpa tindakan secara fisik maupun verbal
"Kami sangat menyesalkan jika memang insiden tersebut benar terjadi, di mana yang seharusnya bisa dihindari. Memang situasi di lapangan cukup ramai," kata Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya, Minggu (6/4/2025).
Brigjen Trunoyudo menyatakan bahwa Polri akan menyelidiki insiden tersebut, dan apabila ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya tidak akan segan untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
| Otak Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Ternyata Mantan Caleg, Rencanakan Aksi Sadis Selama 6 Bulan |
|
|---|
| Terungkap! Mantan Istri Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi WNA Korea di Bekasi, Ini Motifnya |
|
|---|
| Bukan Cuma Kesal Game Diganggu, Paman yang Tega Habisi Balita di Bekasi Mengaku Dengar Bisikan Ini |
|
|---|
| Terungkap! Terduga Pelaku Pembunuhan Balita di Bekasi Ternyata Alami Gangguan Jiwa |
|
|---|
| Polisi Duga Balita di Bekasi Dibunuh Pamannya, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ipda-Endri-Tengah.jpg)