Senin, 18 Mei 2026

Kabupaten Bogor

Tingkatkan Rata-rata Lama Sekolah, Pemkab Bogor Gandeng Pesantren Gelar Program Kejar Paket

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, mengatakan Program Kejar Paket dan verifikasi data ini akan dilakukan dengan menggandeng pondok pesantren (ponpes).

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
istimewa
PROGRAM KEJAR PAKET - Suasana Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) di wilayahnya dengan mengoptimalkan berbagai program pendidikan salah satunya melalui Program Kejar Paket. (Istimewa) 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) di wilayahnya dengan mengoptimalkan berbagai program pendidikan.

Salah satunya melalui Program Kejar Paket dan mengintergrasikan proses pencatatan dan verifikasi data penduduk. 

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, mengatakan Program Kejar Paket dan verifikasi data ini akan dilakukan dengan menggandeng pondok pesantren (ponpes).

Pasalnya, banyak siswa tamatan SMP masuk sekolah keagamaan atau ponpes di Kabupaten Bogor sehingga mempersulit pencatatan data pendidikan pada dokumen pendidikan.

"Ada tiga variabel utama yang mempengaruhi rata-rata lama sekolah, salah satunya pencatatan data pendidikan pada dokumen kependudukan," papar Bachril.

Baca juga: Yayasan Pendidikan Mawar Putih Tanjung Priok Fokus Tingkatkan Kreativitas Siswa Berkebutuhan Khusus

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah menjalin kerjasama dengan pesantren, baik pesantren modern maupun pesantren Salafi.

"Dalam beberapa tahun terakhir, pesantren Salafi telah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan santrinya mengikuti Program Kejar Paket. Ini memungkinkan mereka mendapatkan ijazah setara dengan pendidikan formal," ujar Bachril.

Meskipun banyak peserta Program Kejar Paket telah lulus dan memperoleh ijazah, lanjut Bachril, ada kendala dalam pencatatan data yang belum ter-update di sistem kependudukan. 

"Persoalan ini menyebabkan ketidaksesuaian antara data pendidikan yang sebenarnya dengan data di catatan kependudukan sehingga berdampak pada perhitungan rata-rata lama sekolah," bebernya.

Baca juga: Disdik Kabupaten Bogor Raih Predikat Tuntas Utama dengan Presentase Penerapan Program 92,85 Persen

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) telah menggagas nota kesepahaman (MoU) yang memungkinkan pencatatan otomatis ijazah Kejar Paket di data kependudukan. 

"Dengan upaya ini maka data pendidikan yang sudah tercatat dapat lebih akurat, sehingga dapat berdampak positif pada peningkatan Rata-rata Lama Sekolah (RLS)," ungkap Bachril.

Selain itu, Program Kejar Paket juga memberikan peluang bagi masyarakat di atas 15 tahun yang sebelumnya terhambat oleh faktor ekonomi atau kesibukan lainnya untuk melanjutkan pendidikan. 

"Program ini disalurkan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di seluruh kabupaten, dengan jadwal yang fleksibel agar tidak mengganggu pekerjaan sehari-hari peserta, seperti berkebun atau bertani," imbuhnya. 

Baca juga: Sekolah Swasta Gratis di DKI Jakarta, Begini Ketentuannya Menurut Dinas Pendidikan

Kerjasama lintas sektor, terutama dengan Disdukcapil dan Kementerian Agama, diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih signifikan dalam waktu dekat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved