Senin, 8 Juni 2026

Elpiji Langka

Langka, Warga Pabuaran Bojonggede Bogor Serbu Pangkalan Elpiji 3 Kg, Nyaris Terjadi Kericuhan

Langka, Warga Pabuaran Bojonggede Bogor Serbu Pangkalan Elpiji 3 Kg, Nyaris Terjadi Kericuhan

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.cim/Hironimus Rama
GAS MELON LANGKA - Warga Pabuaran antri untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg di salah satu warung yang berlokasi di Jalan Raya Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (3/2/2025). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Gara-gara sulitnya mendapatkan gas melon 3 kg membuat warga Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor panik.

Warga pun langsung menyerbu warung pengecer dan pangkalan penjualan gas elpiji 3 kg, Senin (3/2/2025).

Sejumlah warga tampak berebutan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg di salah satu warung pengecer di Jalan Raya Pabuaran, Bojonggede.

Baca juga: Lela Pengecer Gas 3 Kg di Karawang Langsung Daftar Nomor Induk Berusaha, Kini Bisa Jual Gas Lagi

Rizky (23), salah satu warga Pabuaran, mengaku sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg sejak awal Februari 2025.

"Gas 3 kg langka mulai kemarin, sejak awal bulan Februari ini," kata Rizky di Jalan Raya Pabuaran, Bojonggede, Senin (3/2/2025).

Dia mengaku membutuhkan gas 3 kg untuk operasional usaha jualan semprol di Cipayung, Kecamatan Cibinong.

"Saya sehari-hari jualan semprol, jadi sangat butuh gas 3 kg untuk bisa berjualan," ujarnya.

Rizky mengaku telah berkeliling warung dan pangkalan elpiji 3 kg di Pabuaran untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan.

"Tadi sudah dapat satu tabung harga Rp 19 ribu. Satunya lagi antri di warung ini," imbuhnya.

Rizky berharap pemerintah segera mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg ini agar tidak merugikan masyarakat.

"Kalau bisa sih stok normal lagi ya seperti sebelumnya. Kalau tidak ada gas, nanti saya tidak bisa jualan lagi," bebernya.

Baca juga: Ini Alasan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mengapa Gas Elpiji 3 Kg Hanya Bisa Dibeli di Agen

Wati menyebutkan bahwa akibat sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg membuat warga pun rela antre di pangkalan Elpiji.

Nyaris terjadi kericuhan di antara warga. Sebab, saling selak antrean.

"Tadi ada warga nyaris berantem gara-gara nyelak antrean. Beruntung ada bapak-bapak yang misahin dan memberikan pengertian," ujar Wati.

Sementara Ahmad, penjual gas elpiji 3 kg di Pabuaran, mengaku permintaan gas elpiji 3 kg sangat tinggi dalam 3 hari terakhir.

"Permintaan meningkat drastis sejak awal Februari 2025. Hari ini saja stok saya habis 50 tabung," jelasnya.

Ahmad mengaku belum menerima kiriman gas 3 kg lagi dari pangkalan dan distributor.

"Saya belum dapat kiriman lagi. Jadi sekarang stok kosong," tandasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved