Selasa, 12 Mei 2026

Kebakaran Glodok

Korban Kebakaran di Glodok Bakal Terima Santunan dan Jaminan Kesehatan

Teguh memastikan, nantinya pihak Dinas Sosial akan membantu melakukan pendampinan terkait klaim ansuransi terhadap para korban

Tayang:
Wartakotalive.com/Alfian Firmansyah
Petugas pemadam kebakaran masih terus berjibaku memadamkan api yang masih menyala di Glodok Plaza, Jakarta Barat, Kamis (16/1/2025) siang. 

Sementara korban hilang, dilaporkan masih berjumlah 14.

"Sampai dengan sore ini, itu kami berhasil mengevakuasi jumlahnya seluruhnya tujuh," kata Plt Kadis Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi kepada wartawan di lokasi, Jumat (17/1/2025).

"Kemudian nanti kami akan kirim ke humas Porli dan RS Polri Kramatjati, nanti akan diidentifikasi. Karena memang secara fisik sudah tidak lagi bisa kami identifikasi," imbuhnya.

Baca juga: Tragedi Kebakaran di Glodok Plaza, Ditemukan 5 Korban Tewas, Semuanya Ditemukan di Lantai 8

Seperti 5 jenazah lain, 2 jenazah yang ditemukan sekira pukul 18.00 WIB itu juga berada di lantai 8, bertumpuk dengan material bangunan yang terbakar.

Menurut Satriadi, jenazah yang ditemukan hanya tersisa kepala saja. Sementara badannya sudah hancur dan tercampur dengan material bangunan.

Selain itu, lanjut dia, ada banyak besi-besi yang berada di dalam lokasi kejadian hingga menganggu proses evakuasi korban.

"Dan ini saja kami masih agak kewalahan. Karena struktur bangunannya sudah tidak stabil," kata Satriadi.

Baca juga: Plaza Glodok Masih Dikepung Asap Meski Sudah Dilakukan Pemadaman 21 Jam

"Kami harus mengais atau menyisir lagi korban sampai dalam. Nah ini juga kenapa kok sampai lama betul kami melakukan evakuasi," imbuhnya.

Oleh karena itu Satriadi belum bisa memastikan apakah pencarian korban akan dilanjutkan kembali atau tidak.

Pasalnya, proses pemadaman oleh tim Damkar sudah dinyatakan selesai, hanya tersisa sedikit pendinginan.

"Kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, kemudian juga dengan pengelola atau pemiliknya (terkait evakuasi korban)," kata Satriadi.

"Karena konstruksi bangunannya sudah tidak lagi memungkinkan kami untuk mengevakuasi. Jadi mungkin perlu ada penanganan khusus. Harus kami rapihkan dulu, kami benahi dulu potong-potong besi-besinya. Nah itu perlu waktu yang lama," imbuhnya. (m40)

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved